Nasional

Stop Bayar Influencer, AJI Desak Pemerintah Selamatkan Media

Infoaceh.net, JAKARTA— Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mengkritik praktik pemerintah yang kerap menggandeng influencer untuk kampanye dan sosialisasi kebijakan.

Sekretaris Jenderal AJI Bayu Wardhana mendesak agar anggaran iklan pemerintah dialihkan ke media massa sebagai bentuk afirmasi dalam menyelamatkan industri pers dari gelombang PHK.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

“Pemerintah seharusnya tidak membayar influencer, melainkan menempatkan iklan mereka di media massa,” tegas Bayu dalam pernyataannya, Ahad (11/5/2025).

Media Adalah Saluran Informasi dan Aspirasi.

Bayu menegaskan pers memiliki peran penting sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Pers tak hanya menyampaikan kebijakan pemerintah kepada publik, tetapi juga menyuarakan aspirasi warga kepada para pengambil keputusan.

Baca Juga:  Polri Perkenalkan Tagline Baru “Polisi Bersama Masyarakat”

“Media massa menjadi penyambung lidah rakyat. Ia menyampaikan apa yang disuarakan masyarakat dan menyosialisasikan program pemerintah,” ujarnya sekjen AJI itu.

Pers Terikat Etika dan Undang-Undang, Bukan Sekadar Humas.

Berbeda dengan influencer, media massa bekerja berdasarkan kode etik jurnalistik dan berada di bawah payung undang-undang. Menurut Bayu, influencer hanyalah corong promosi, bukan lembaga kontrol sosial yang sah.

“Influencer hanya menjadi perpanjangan tangan humas kementerian. Tidak adil jika anggaran komunikasi publik hanya diberikan ke influencer sedangkan media diabaikan,” tandasnya dikutip dari BeritaSatu.com

Baca Juga:  Pemulihan Aceh Pascabencana Masih Presentasi dan Janji di Atas Kertas

Industri Pers Perlu Perlindungan.

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor media belakangan ini menjadi bukti ekosistem informasi publik sedang dalam kondisi kritis.

AJI pun mendesak adanya keberpihakan nyata dari pemerintah untuk menjaga keberlangsungan pers profesional.

Sebagai pilar keempat demokrasi, media massa memerlukan dukungan kongkrit tetap hidup dan menjalankan fungsinya.

Kebijakan pengalihan belanja iklan ke media bukan hanya menyelamatkan ekonomi pers, menurut AJI, juga menjaga kualitas informasi publik.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait