Ekonomi

Selama Pandemi, Pengiriman Kargo Garuda di Aceh Meningkat

BANDA ACEH – Selama pandemi COVID-19 penggunaan jasa pengiriman kargo Garuda Indonesia di Aceh cukup meningkat.

Hal itu tak lepas dari kontribusi para pelaku usaha maupun konsumen yang selama ini memanfaatkan jasa Garuda untuk pengiriman barang ke dan dari Aceh.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Sementara dari Aceh penggunaan jasa kargo lebih cenderung dimanfaatkan oleh pelaku ekspor yang mengirimkan barang mereka ke luar negeri, seperti pelaku ekspor ikan tuna.

Hal itu disampaikan CEO Regional Sumatera PT Garuda Indonesia dan Citilink Ngakan Septigraha saat melakukan audiensi dengan Gubernur Aceh Nova Iriansyah di kediaman dinas gubernur di Banda Aceh, Rabu (18/8).

Baca Juga:  Satu Dekade Konversi ke Syariah, Aset Bank Aceh Melesat

Turut juga hadir Manager Stasion PT Garuda Indonesia Banda Aceh Rizky Arief Kautsar, Manager Sales Banda Aceh, Widya Kurniawan Putra, GM PT Gapura Angkasa Supernady Sutomo dan Manager Station Citilink Muhammad Fajar.

Pertemuan itu membahas peluang kerja sama yang bisa dilakukan antara maskapai itu dengan Pemerintah Aceh.
Kepada Gubernur, CEO Regional Sumatera Ngakan Septigraha mengatakan pihaknya siap memberikan dukungan dan kontribusi maksimal kepada Pemerintah Aceh di tengah kondisi pandemi Covid-19.

“Kalau ada program-program pemerintah yang bisa kami support akan kami lakukan,” ujar Septigraha.

Sementara Gubernur Nova menyambut baik maksud kedatangan petinggi maskapai tersebut dengan mengatakan ‘sinergi dengan Garuda adalah sebuah keharusan’.

Baca Juga:  Bank Aceh dan Komisi III DPRA Perkuat Sinergi Optimalkan PAD

Gubernur mendukung peluang kerja sama dengan maskapai itu demi kemudahan transportasi di Aceh.

“Kami mendukung peluang-peluang kerjasama yang bisa dilakukan,” ujar Gubernur Nova yang didampingi Kepala Biro Perekonomian Setda Aceh Amirullah.

Gubernur pada kesempatan itu juga menyinggung berhentinya operasional Garuda Indonesia ke Sabang yang telah berlangsung beberapa tahun lalu.

Bagaimanapun, hal itu kata gubernur berdampak terhadap geliat pariwisata Pulau Weh, Sabang.

Menyikapi hal itu, pihak Garuda Indonesia mengatakan akan mencarikan solusi agar transportasi udara ke pulau itu bisa dilakukan. (IA)

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait