Pendidikan

USK Beri Kelapangan Waktu Salat Zuhur untuk Peserta UTBK

Banda Aceh, Infoaceh.net — Universitas Syiah Kuala (USK) melakukan penyesuaian jadwal pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk memberi kesempatan agar peserta ujian dapat menunaikan salat zuhur, Rabu, 22 April 2026.

Rektor USK Prof Dr Mirza Tabrani SE MBA DBA mengatakan, pelaksanaan UTBK di Banda Aceh khususnya pada sesi siang waktunya berdekatan dengan waktu salat zuhur.

ADVERTISMENT
Pelantikan Panglima Kodam Iskandar Muda

Jika merujuk waktu yang berlaku secara nasional, para peserta harus sudah masuk ke ruang ujian pada sesi siang yaitu pukul 13:00 WIB.

Namun di Banda Aceh dan sekitarnya, waktu salat zuhur baru masuk pukul 12:40 WIB. Jauh berbeda dengan waktu Zuhur di pulau Jawa atau provinsi di wilayah timur lainnya, yang sudah terlebih dahulu masuk Zuhur sekitar pukul 12:00 WIB.

Baca Juga:  Cut Sitti Kamila, Lulusan UIN Ar-Raniry Juga Selesai Kuliah Bersamaan di USK dan Kuasai Bahasa Korea

Untuk itulah, USK melakukan penyesuaian sebab waktu antara salat zuhur dan masuk ke lokasi ujian sangat terbatas.

Hal ini bertujuan agar peserta ujian dapat menunaikan salat zuhur terlebih dahulu sebelum masuk ke ruang ujian dengan kondisi tenang.

“Jadi peserta ujian tidak perlu cemas. Jika sudah waktu salat zuhur, silakan salat terlebih dahulu,” ucap Rektor USK.

Untuk mensiasati jadwal tersebut, maka panitia telah mengatur tata tertib untuk pelaksanaan ujian ini. Di mana pada pukul 12.30 para peserta sudah diminta masuk ke ruang ujian untuk melakukan pemeriksaan persyaratan ujian dan lainnya.

Baca Juga:  Raker Perdana Rektor Mirza Tabrani, USK Bidik Panggung Akademik Asia

Setelah itu, peserta diberikan kesempatan mempersiapkan dirinya melaksanakan salat zuhur.

Untuk lokasi ujian yang tidak memiliki musala, maka USK menyediakan tempat salat khusus bagi peserta ujian. Seperti lokasi ujian yang berada di gedung UPT TIK.

“Jadi begitu azan mereka bisa langsung salat. Kita coba manfaatkan waktu yang ada dengan sebaik mungkin. Karena sungguh tidak bijak, kalau gara-gara ujian ini kita mengabaikan hak mereka untuk beribadah,” ucap Rektor.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait