Kesehatan & Gaya Hidup

Ihya Ulumuddin Desak RS Regional Dipercepat untuk Kurangi Lonjakan Pasien di RSUDZA

Banda Aceh, Infoaceh.net — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Ihya Ulumuddin mendesak Dinas Kesehatan Aceh agar mempercepat pembangunan rumah sakit regional, khususnya rumah sakit regional yang sedang dibangun di Kabupaten Aceh Barat.

Menurut Ihya, percepatan operasional rumah sakit regional sangat penting guna mengurangi lonjakan pasien di RSUD dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh yang selama ini menjadi pusat rujukan utama di Aceh.

Pernyataan tersebut disampaikan Ihya dalam rapat Panitia Khusus (Pansus) Kesehatan DPRA bersama sejumlah SKPA dan pimpinan rumah sakit di Aceh.

Rapat itu turut dihadiri Plt. Kadis Dinas Kesehatan Aceh, Direktur RSUDZA, Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh, serta Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Aceh.

“Kami sudah beberapa kali melakukan kunjungan Pansus ke rumah sakit regional di Aceh Barat. Dari penjelasan yang kami terima, seharusnya tidak membutuhkan waktu lama untuk bisa dioperasikan. Karena itu kami mendesak agar pembangunan dipercepat sehingga lonjakan pasien di RSUDZA bisa ditangani di rumah sakit regional,” kata Ihya, Jum’at (8/5).

Baca Juga:  Cegah Stunting Sejak Dini, Farid Nyak Umar Kawal Gizi Anak di Banda Aceh

Politisi PKS tersebut menegaskan percepatan pembangunan tidak hanya difokuskan pada RS regional di Aceh Barat, tetapi juga rumah sakit regional lainnya di berbagai daerah di Aceh agar masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang maksimal.

“Kesehatan adalah hak dasar warga negara. Karena itu orientasi pelayanan kesehatan harus benar-benar menitikberatkan pada pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ihya juga menyoroti berbagai keterbatasan fasilitas kesehatan di Aceh, baik di RSUDZA, Rumah Sakit Jiwa Aceh, maupun Rumah Sakit Ibu dan Anak.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa keterbatasan tersebut tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan dasar kepada masyarakat.

“Pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama. Semua SKPA harus mengacu pada target pembangunan yang telah ditetapkan dalam RPJM,” katanya.

Baca Juga:  Nazaruddin Bantah Lakukan Kekerasan: Saya Berusaha Menghindar, Bukan Memukul

Ia menambahkan, pembangunan rumah sakit regional di sejumlah daerah merupakan langkah strategis pemerintah untuk mengantisipasi membludaknya pasien di RSUDZA Banda Aceh.

Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) 10 Aceh, Ihya mencontohkan kondisi masyarakat di Kabupaten Simeulue yang harus menempuh perjalanan jauh ke Banda Aceh demi mendapatkan layanan kesehatan rujukan.

“Masyarakat Simeulue harus naik kapal dan mencari penginapan di Banda Aceh ketika dirujuk ke RSUDZA. Jika pelayanan kesehatan belum optimal, tentu ini menjadi beban moral bagi kami sebagai wakil rakyat dari daerah tersebut. Karena itu keberadaan rumah sakit regional yang representatif sangat dibutuhkan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Ihya menyoroti masih adanya pasien rujukan yang disebut mengalami penolakan pelayanan, termasuk pasien kanker payudara.

Ia meminta penjelasan dari pihak RSUDZA terkait persoalan tersebut agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait