Pendidikan

Ciptakan Hydrogel Pendeteksi Infeksi Luka Diabetes, Mahasiswa Biologi USK Raih Juara Nasional

Banda Aceh, Infoaceh.net — Inovasi berbasis sumber daya lokal kembali mengantarkan mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) ke panggung prestasi nasional.

Tiga mahasiswi Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) USK, sukses menyabet Juara 2 pada ajang Kompetisi Sains Biologi yang diselenggarakan oleh Universitas Mulawarman, baru-baru ini.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Tim yang diketuai Sarah Salsabil, dengan anggota Cut Dhinie Decita dan Naja Luthfia Nuha, mengusung karya ilmiah bertajuk “Bio-Responsive Smart Hydrogel Berbasis Polisakarida Rumput Laut Lokal dengan Indikator Visual Dini Infeksi untuk Penyembuhan Luka Diabetes”.

Ketua Tim, Sarah Salsabil menjelaskan inovasi ini lahir dari upaya mengoptimalkan potensi rumput laut lokal menjadi biomaterial kesehatan.

Baca Juga:  Buka Lomba Berhitung Fakultas Teknik, Afdhal: Hari Ini Berlomba, Esok Membangun Negeri

Hydrogel yang mereka kembangkan tidak hanya berfungsi mempercepat penyembuhan luka pada penderita diabetes, tetapi juga memiliki kemampuan unik dalam mendeteksi infeksi secara dini melalui perubahan visual.

“Kami mengintegrasikan aspek bioteknologi kesehatan dalam sistem bio-responsive. Mekanismenya memungkinkan adanya indikator visual yang bereaksi terhadap kondisi luka, sehingga infeksi dapat diketahui lebih awal,” ujar Sarah, Selasa (26/5/2026).

Dalam penelitian ini, pembagian peran dilakukan secara spesifik untuk memperdalam kajian. Cut Dhinie Decita fokus pada studi karakteristik polisakarida rumput laut sebagai bahan dasar, sementara Naja Luthfia Nuha mendalami mekanisme sensor pada sistem hydrogel terhadap luka yang terinfeksi.

Baca Juga:  Kepala BPSDM Aceh Ajak Siswa SMAN 9 Banda Aceh Bangun Growth Mindset

Prestasi ini mendapat apresiasi positif dari pihak fakultas. Keberhasilan ini dinilai sebagai bukti nyata mahasiswa FMIPA USK mampu mentransformasikan teori sains dasar menjadi riset aplikatif yang relevan dengan kebutuhan medis masa depan.

Secara terpisah, pihak FMIPA USK menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan riset laboratorium dan pengembangan teknologi di berbagai sektor, mulai dari lingkungan hingga bioteknologi kesehatan.

Inovasi smart hydrogel ini diharapkan menjadi pionir dalam pemanfaatan sumber daya lokal Indonesia sebagai material medis inovatif yang bernilai tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait