Lhoknga, Infoaceh.net – Seorang remaja berusia 13 tahun dilaporkan hilang setelah terseret arus saat mandi di kawasan Pantai Pulau Kapuk, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Ahad (31/5/2026) sore.
Hingga malam hari, korban belum berhasil ditemukan dan pencarian akan dilanjutkan kembali pada Senin (1/6).
Korban diketahui bernama Razi Fahreza (13), warga Desa Dayah Caleu, Kecamatan Indrajaya, Kabupaten Pidie.
Saat kejadian, korban sedang berlibur dan menikmati suasana pantai bersama keluarganya.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain, mengatakan pihaknya menerima laporan dari salah seorang pengunjung pantai sekitar pukul 16.30 WIB.
Berdasarkan informasi yang diterima, korban terseret arus laut saat sedang mandi di kawasan pantai sekitar pukul 15.55 WIB.
“Kami menerima laporan kejadian dari salah seorang pengunjung pantai pada pukul 16.30 WIB. Menurut laporan, korban terseret arus saat sedang mandi sekitar pukul 15.55 WIB,” ujar Ibnu Harris Al Hussain.
Mendapat laporan tersebut, Basarnas Banda Aceh langsung mengerahkan tim rescue menuju lokasi kejadian pada pukul 16.45 WIB.
Tim tiba di lokasi sekitar pukul 17.20 WIB dan segera berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan untuk melakukan pencarian.
Operasi pencarian difokuskan di sekitar titik lokasi korban terakhir terlihat atau Last Known Position (LKP) hingga radius sekitar 1,5 kilometer ke arah utara.
Petugas menyisir area perairan dan pesisir pantai yang diduga menjadi jalur hanyut korban akibat kuatnya arus laut.
Meski berbagai upaya telah dilakukan, pencarian pada hari pertama belum membuahkan hasil.
Hingga pukul 18.30 WIB, korban masih belum ditemukan sehingga operasi pencarian dihentikan sementara.
Menurut Ibnu Harris, penghentian sementara dilakukan karena kondisi hari yang mulai gelap serta mempertimbangkan keselamatan personel SAR di lapangan.
Keterbatasan jarak pandang pada malam hari dinilai dapat membahayakan proses pencarian.
“Pencarian akan dilanjutkan kembali besok pagi dengan memperluas area penyisiran di sekitar lokasi kejadian,” katanya.
Operasi SAR melibatkan sejumlah unsur gabungan, antara lain Basarnas Banda Aceh, Pos TNI AL Lhoknga, Kompi Tangse, Polairud, Polsek Lhoknga, Satgas SAR Banda Aceh, serta masyarakat setempat yang turut membantu proses pencarian.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih terus bersiaga dan mempersiapkan operasi pencarian lanjutan guna menemukan korban yang diduga terseret arus ke perairan lepas.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi para pengunjung pantai agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di laut, terutama ketika kondisi gelombang dan arus sedang kuat.
Pengawasan terhadap anak-anak saat bermain atau mandi di kawasan pantai juga sangat diperlukan guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa.


















