Umum

Lokop Belum Pulih 8 Bulan Pascabencana, Tiga Jembatan Putus Masih Dikerjakan  

BANDA ACEH, Infoaceh.net – Hampir delapan bulan setelah bencana banjir bandang dan longsor melanda Aceh pada akhir November 2025, akses menuju kawasan Lokop, Kabupaten Aceh Timur, belum sepenuhnya pulih.

Tiga jembatan yang putus masih dalam proses penanganan, sementara perbaikan jalan terus dikebut agar konektivitas menuju Gayo Lues kembali normal.

ADVERTISMENT
Pelantikan Panglima Kodam Iskandar Muda

Kondisi tersebut menjadi ujian bagi Pemerintah Aceh dalam memastikan percepatan pemulihan infrastruktur di wilayah yang sempat terisolasi akibat banjir bandang dan longsor.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menegaskan penanganan dampak bencana terus dilakukan secara maksimal. Melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, Mualem mengatakan seluruh jajaran diminta bekerja penuh untuk mempercepat pemulihan.

“Semuanya all out, informasi penanganan juga disampaikan secara terbuka kepada publik,” kata Nurlis menyampaikan pernyataan gubernur, Sabtu (18/7/2026).

Menurut Nurlis, komitmen tersebut terlihat ketika Mualem mengikuti Rapat Kerja Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Lombok pada 15–16 Juli 2026.

 

Meski berada di luar daerah, Gubernur tetap memantau perkembangan penanganan bencana di Aceh dan secara khusus meminta laporan terbaru kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir Syamaun.

Menindaklanjuti arahan itu, Sekda Aceh langsung menginstruksikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh, Mawardi, untuk meninjau langsung lokasi perbaikan jalan dan jembatan di jalur Aceh Timur–Gayo Lues.

Tidak hanya meminta laporan tertulis, Gubernur juga menginginkan dokumentasi audio visual dari lapangan.

“Pak Gubernur ingin mengetahui langsung perkembangan pekerjaan melalui visual, bukan hanya laporan naratif,” ujar Nurlis.

Dalam video yang dikirim kepada Gubernur, Mawardi terlihat berada di lokasi pembangunan Jembatan Bailey di kawasan Lokop, Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur.

“Jembatan ini merupakan kerja sama Pemerintah Aceh dengan Kodam Iskandar Muda. Ini titik pertama dari tiga jembatan yang terputus. Insya Allah dalam minggu ini sudah operasional,” ujar Mawardi dalam laporannya.

Ia menjelaskan, setelah penyelesaian jembatan pertama tersebut, pekerjaan akan dilanjutkan pada dua jembatan lain yang juga putus akibat bencana.

Selain pembangunan jembatan, Pemerintah Aceh juga terus memperbaiki ruas jalan yang rusak. Dalam video lainnya, Mawardi memperlihatkan sejumlah alat berat yang masih bekerja membuka akses jalan di beberapa titik.

Ia menyebut sebagian ruas yang sebelumnya putus kini sudah dapat dilalui kendaraan roda empat, meski proses pemulihan belum sepenuhnya selesai.

“Jalan ini sudah pernah kita perbaiki setelah bencana, kemudian terputus lagi ketika terjadi banjir susulan,” katanya.

Mawardi menambahkan, tim PUPR telah berada di lokasi sejak awal Juli 2026 untuk mempercepat pekerjaan, setelah sebelumnya melakukan survei teknis pada Maret 2026.

Lokop selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan di Aceh Timur. Kawasan tersebut memiliki Sungai Lokop dan Air Terjun Terujak yang pernah meraih penghargaan Surga Tersembunyi Terpopuler pada ajang Anugerah Pesona Indonesia (API).

Namun, pesona kawasan itu sempat tertutup akibat bencana banjir bandang dan longsor yang menghancurkan akses jalan lintas Peureulak–Lokop hingga Gayo Lues. Kerusakan jalan dan putusnya tiga jembatan membuat mobilitas masyarakat, distribusi logistik, hingga aktivitas ekonomi terganggu.

Saat ini Pemerintah Aceh menyatakan penanganan bencana telah memasuki fase transisi darurat menuju pemulihan. Prioritas diarahkan pada percepatan rehabilitasi infrastruktur, pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak, rehabilitasi lahan, serta pemulihan sektor pertanian dan ekonomi masyarakat.

Meski demikian, keberhasilan pemulihan tidak hanya diukur dari progres pekerjaan di lapangan, tetapi juga dari seberapa cepat akses transportasi benar-benar kembali normal.

Masyarakat di kawasan Lokop dan sekitarnya kini menantikan realisasi target tersebut agar aktivitas sosial dan ekonomi dapat pulih sepenuhnya setelah berbulan-bulan terdampak bencana.

image_print

Artikel Terkait