GAYO LUES, Infoaceh.net – Jabatan publik kembali goyah akibat perilaku anggota keluarga di media sosial.
Asisten I Bidang Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Gayo Lues, dr H Nevirizal MKes MH secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Kamis, 23 Juli 2026.
Langkah ekstrem ini diambil setelah konten flexing (pamer kemewahan) milik putrinya viral di media sosial (medsos) dan memicu kecaman keras dari publik.
Surat pengunduran diri tersebut diserahkan langsung oleh Nevirizal kepada Wakil Bupati Gayo Lues Maliki di Blangkejeren. Proses penyerahan turut disaksikan sejumlah pejabat daerah, termasuk Asisten Administrasi Umum, Plt Kepala BKPSDM, Kabag Hukum, Kalak BPBD dan Kabag Prokopim.
Kronologi Konten Flexing yang Memicu Amarah Warga
Kegaduhan bermula dari unggahan media sosial putri Nevirizal bernama Dea.
Dalam beberapa video dan foto yang beredar, ia memamerkan gaya hidup yang dinilai sangat nirempati terhadap kondisi masyarakat lokal yang baru saja mengalami bencana banjir bandang dan longsor.
Liburan Mewah: Dea memamerkan momen perjalanan ke luar negeri, mulai dari Bangkok, Korea Selatan, hingga keliling Eropa bersama ibunya.
Narasi Biaya Kuliah: Muncul unggahan yang menyebutkan biaya UKT koas kedokteran ditambah pendidikan S2 yang mencapai lebih dari Rp20 juta. Ia menulis narasi menantang netizen untuk mengadu status ekonomi, pendidikan hingga keluarga.
Hadiah Mobil Mewah: Pamer kepemilikan mobil Honda Civic yang diklaim sebagai hadiah ratusan juta rupiah dari sang ayah.
Borong 15 Jerigen BBM: Bagian paling kontroversial adalah foto yang memperlihatkan 15 jerigen berisi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tertata di garasi rumah dinas.
Unggahan-unggahan tersebut menjadi ironi tajam sekaligus memicu kemarahan masyarakat karena Kabupaten Gayo Lues saat ini tengah berjuang melakukan pemulihan pascabencana banjir bandang sekaligus menghadapi situasi kelangkaan BBM.
Alasan Mundur: Tanggung Jawab Moral Pejabat Publik
Dalam keterangan resminya, Nevirizal menegaskan bahwa keputusan melepas jabatan ini diambil secara sadar tanpa paksaan.
Ia menyatakan bahwa keputusan ini adalah bentuk tanggung jawab moral untuk menjaga integritas, etika, dan kepercayaan masyarakat, serta memohon maaf atas kegaduhan yang timbul.
Permintaan Maaf Anak dan Tindakan Pemkab
Putri dari Nevirizal, Dea, telah menyampaikan permintaan maaf terbuka atas ketidakdewasaannya dalam bermedia sosial dan berkomitmen untuk introspeksi.
Meski mengundurkan diri, Bupati Gayo Lues, Suhaidi, menegaskan investigasi internal tetap berjalan, terutama terkait temuan 15 jerigen BBM di rumah dinas yang sempat diklaim sebagai titipan darurat bencana.


















