Umum

Hari Anak Nasional, Illiza Ajak Anak Banda Aceh Jadi Agent of Change Menuju Kota Layak Anak

Banda Aceh, Infoaceh.net – Pemerintah Kota Banda Aceh menggelar puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 melalui kegiatan “Berdialog Bersama Anak” di Taman Putroe Phang, Minggu (2/8/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Banda Aceh sebagai Kota Layak Anak.

Mengusung tema “Jika Nanti Aku Menjadi Pemimpin Tahun 2045”, acara tersebut diikuti sekitar 100 anak perwakilan dari 25 gampong yang tersebar di sembilan kecamatan di Kota Banda Aceh.

Turut hadir Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah, Ketua TP PKK Kota Banda Aceh Dessy Maulida, Sekretaris Daerah Kota Jalaluddin, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Siti Hajar, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Banda Aceh, Tiara Sutari, mengatakan peringatan Hari Anak Nasional bertujuan meningkatkan kepedulian seluruh pemangku kepentingan terhadap pemenuhan hak serta perlindungan anak.

“Melalui kegiatan ini kami ingin membuka ruang partisipasi bagi anak sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung terwujudnya Kota Layak Anak dan lingkungan yang aman, nyaman, serta ramah bagi tumbuh kembang anak,” ujar Tiara.

Berbagai kegiatan digelar untuk memeriahkan HAN 2026, di antaranya senam sehat, pemeriksaan mata gratis, lomba Ranking 1, lomba menggambar, pemeriksaan kesehatan mental, pertunjukan kreativitas anak, permainan tradisional, pembacaan Suara Anak, santunan bagi anak yatim, hingga pelelangan hasil karya anak.

Baca Juga:  Selesaikan Kasus Pencurian, RS Harapan Bunda Banda Aceh dan Keluarga Pasien Berdamai

Sebelum puncak acara, DP3AP2KB juga telah melaksanakan sejumlah kegiatan pendukung, seperti edukasi pencegahan perundungan (bullying) di sekolah, permainan edukatif bagi anak usia dini, aksi kemanusiaan untuk anak penyandang kanker, serta kampanye penguatan peran ayah dalam pengasuhan.

Dalam dialog bersama peserta, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menegaskan komitmen pemerintah kota untuk terus memenuhi hak-hak anak melalui pembangunan yang berpihak pada generasi muda.

“Sepertiga penduduk Banda Aceh adalah anak-anak. Indonesia Emas 2045 ada di tangan kalian. Karena itu pemerintah harus memastikan anak-anak memperoleh dukungan, fasilitas, serta pendidikan yang baik agar tumbuh menjadi generasi cerdas, berkarakter, dan berakhlak,” kata Illiza.

Ia juga menegaskan pentingnya membangun lingkungan yang inklusif tanpa membedakan latar belakang anak.

“Semua anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar, dan meraih cita-citanya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Illiza mengajak anak-anak menjadi agent of change dengan berani menyuarakan hal-hal positif di lingkungan sekitar. Ia menegaskan kawasan sekolah harus bebas dari asap rokok dan meminta anak-anak tidak ragu melaporkan jika masih menemukan pelanggaran.

“Kalau masih ada yang merokok di kawasan tanpa rokok sekolah, laporkan. Kalian bisa menjadi agen perubahan yang mengingatkan lingkungan agar lebih sehat,” katanya.

Illiza juga mengingatkan para orang tua untuk memberikan teladan kepada anak, termasuk menghindari paparan residu asap rokok yang dapat membahayakan kesehatan keluarga. Menurutnya, kehadiran orang tua, terutama ayah, dalam mendampingi tumbuh kembang anak merupakan bagian penting dari pembentukan karakter.

Baca Juga:  Rehab Toilet DPRA Sedot Anggaran Rp588 Juta, Semahal Apa Toiletnya?

Selain mendengar aspirasi anak, Illiza meminta Sekretaris Daerah dan seluruh kepala OPD menindaklanjuti berbagai rekomendasi yang disampaikan peserta, termasuk terkait pengawasan terhadap penjualan rokok kepada anak, pencegahan pergaulan berisiko, penanganan kasus kekerasan di tempat penitipan anak (daycare), serta pencegahan perundungan di lingkungan sekolah.

Ia menegaskan setiap anak memiliki potensi yang harus dikembangkan tanpa stigma maupun diskriminasi.

“Tidak ada anak yang bodoh. Yang harus kita lakukan adalah memberi kesempatan, membimbing, dan mendukung mereka agar berkembang sesuai potensinya,” ujar Illiza.

Pada kesempatan yang sama, ia juga mengajak masyarakat menjaga kelestarian lingkungan dengan menanam pohon, tidak membuang sampah sembarangan, serta memanfaatkan layanan L2T2 (Layanan Lumpur Tinja Terjadwal) yang disediakan Perumdam Tirta Daroy guna mencegah pencemaran lingkungan.

Menurut Illiza, keberhasilan mewujudkan Kota Layak Anak tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Orang tua, sekolah, masyarakat, dunia usaha, dan semua pihak harus bersama-sama menciptakan Banda Aceh yang aman, sehat, dan ramah bagi anak,” katanya.

Mengakhiri dialog, Illiza mengajak seluruh peserta meneriakkan yel-yel, “Anak-anak Banda Aceh”, yang disambut serentak dengan jawaban, “Sayangi, Lindungi, Bangun Masa Depan.”

“Insyaallah, calon pemimpin Indonesia tahun 2045 sedang berada di hadapan kita hari ini,” tutupnya.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait