Ekonomi

Pengangguran di Aceh Bertambah, Capai 157 Ribu Orang

Banda Aceh, Infoaceh.net – Jumlah pengangguran di Provinsi Aceh kembali mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Mei 2026 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, jumlah pengangguran di Tanah Rencong mencapai 157 ribu orang, bertambah sekitar 1.000 orang dibandingkan Februari 2026 yang sebanyak 156 ribu orang.

Data tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, Agus Andria, dalam konferensi pers di Banda Aceh, Rabu (5/8/2026).

Meski kenaikannya relatif kecil, angka tersebut membuat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Aceh naik menjadi 5,89 persen, atau meningkat 0,01 persen poin dibanding Februari 2026 yang sebesar 5,88 persen.

Artinya, dari setiap 100 orang angkatan kerja di Aceh, sekitar enam orang masih belum mendapatkan pekerjaan.

Agus Andria menjelaskan, jumlah angkatan kerja di Aceh pada Mei 2026 mencapai 2,673 juta orang, meningkat 16 ribu orang dibanding Februari 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2,515 juta orang telah bekerja, sementara 157 ribu orang masih menganggur.

Baca Juga:  Dua Traktor Roda Empat Bantuan Pertanian Sabang Diduga Berpindah ke Aceh Besar

“Jumlah angkatan kerja dan penduduk bekerja memang bertambah, namun jumlah pengangguran juga masih meningkat sekitar seribu orang,” demikian keterangan dalam rilis resmi BPS Aceh.

Selain itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Aceh tercatat sebesar 63,59 persen, naik 0,15 persen poin dibanding Februari 2026. Kenaikan ini menunjukkan semakin banyak penduduk usia kerja yang aktif memasuki pasar kerja, baik sebagai pekerja maupun pencari kerja.

BPS juga mencatat, TPT laki-laki mencapai 6,17 persen, lebih tinggi dibanding perempuan yang sebesar 5,41 persen. Dibandingkan Februari 2026, pengangguran laki-laki meningkat 0,08 persen poin, sedangkan pengangguran perempuan justru turun 0,10 persen poin.

Berdasarkan wilayah tempat tinggal, tingkat pengangguran di perkotaan sebesar 6,52 persen, lebih tinggi dibandingkan perdesaan yang mencapai 5,44 persen. Namun, dibanding Februari 2026, pengangguran di perkotaan mengalami penurunan, sedangkan di pedesaan justru meningkat cukup signifikan.

Sementara itu, jika dilihat dari tingkat pendidikan, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran tertinggi, yakni mencapai 15 persen. Sebaliknya, lulusan SD ke bawah memiliki tingkat pengangguran terendah, yakni 2,61 persen.

Baca Juga:  Jembatan Permanen Kutablang Bireuen Resmi Dibuka, Akhiri Macet Panjang Banda Aceh–Medan 

Di sisi lain, struktur ketenagakerjaan Aceh masih didominasi sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang menyerap 39,31 persen tenaga kerja. Disusul sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 14,77 persen, serta Industri Pengolahan sebesar 7,12 persen.

BPS juga mencatat sebanyak 953 ribu orang atau 37,88 persen tenaga kerja bekerja di sektor formal, sedangkan 1,562 juta orang atau 62,12 persen masih bekerja di sektor informal.

Meski proporsi pekerja formal meningkat dibanding Februari 2026, dominasi sektor informal menunjukkan tantangan besar dalam menciptakan lapangan kerja yang lebih produktif dan memiliki kepastian pendapatan.

Secara nasional, Tingkat Pengangguran Terbuka Indonesia pada Mei 2026 tercatat 4,65 persen, lebih rendah dibanding Aceh yang mencapai 5,89 persen.

Hal ini menunjukkan tingkat pengangguran di Aceh masih berada di atas rata-rata nasional dan menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah untuk mempercepat penciptaan lapangan kerja serta meningkatkan investasi yang mampu menyerap tenaga kerja.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait