Ekonomi

PT SBI Berkomitmen Penuhi Kebutuhan Semen di Aceh

Banda Aceh, Infoaceh.net – Pemerintah Aceh memperoleh komitmen dari PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. (SBI), induk perusahaan PT Solusi Bangun Andalas (SBA) produsen Semen Andalas, untuk memprioritaskan pemenuhan kebutuhan semen di Aceh menyusul kelangkaan pasokan dan tingginya harga semen dalam beberapa pekan terakhir.

Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Direktur Operasi SBI, Edi Sarwono, dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir Syamaun, di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Rabu (5/8/2026).

Pertemuan turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh Teuku Robby Irza, Senior Vice President Stakeholder Relationship SBA Cut Soraya dan Faraby Azwany, Head of Media Corporate Communications Division SBA.

Sekda Aceh M. Nasir Syamaun mengatakan Pemerintah Aceh menyambut baik respons cepat SBI dalam menindaklanjuti permintaan pemerintah daerah untuk mengatasi kelangkaan semen yang berdampak terhadap aktivitas pembangunan masyarakat maupun proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi.

“Agendanya memastikan produksi dan distribusi semen dapat berjalan maksimal. SBI juga berkomitmen memprioritaskan pemenuhan kebutuhan semen di Aceh,” kata Nasir di Banda Aceh, Kamis (6/8/2026).

Menurut Nasir, pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat evaluasi yang sebelumnya digelar bersama General Manager PT Solusi Bangun Andalas (SBA), R. Adi Santosa, pada 3 Agustus 2026 untuk mencari solusi atas meningkatnya kebutuhan semen di Aceh.

Dalam pertemuan itu, Pemerintah Aceh menyoroti tingginya harga semen yang dinilai telah membebani masyarakat dan pelaku usaha konstruksi. Kondisi tersebut dinilai ironis karena Aceh merupakan daerah yang memiliki industri semen sekaligus sumber bahan baku utama.

Baca Juga:  TikTok Go by Tokopedia Jadi Partner Digital ACF 2026, UMKM Kuliner Aceh Dibawa ke Pasar Lebih Luas

“Harga semen di Aceh saat ini lebih tinggi dibandingkan beberapa provinsi lain, padahal sumber bahan baku dan industri semen berada di Aceh,” ujar Nasir.

Ia berharap SBI segera mengambil langkah konkret untuk meningkatkan pasokan sekaligus menstabilkan harga di pasaran.

Nasir menjelaskan, kapasitas produksi pabrik SBA saat ini mencapai sekitar 5.400 ton per hari atau setara 135.000 sak semen per hari.

Sementara kebutuhan semen di Aceh diperkirakan sekitar 4.200 ton per hari atau sekitar 105.000 sak per hari.

Dengan kapasitas tersebut, menurutnya, secara produksi kebutuhan Aceh seharusnya dapat dipenuhi.

“Yang perlu diperkuat adalah optimalisasi distribusi dan kelancaran pasokan ke seluruh wilayah Aceh agar tidak lagi terjadi kelangkaan,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Operasi SBI Edi Sarwono menegaskan bahwa kebutuhan semen masyarakat Aceh menjadi prioritas utama perusahaan.

Ia mengatakan salah satu tujuan utama kunjungannya ke Aceh adalah memastikan seluruh kapasitas produksi dan distribusi dapat dioptimalkan sehingga pasokan kembali normal.

Sebagai langkah konkret, SBI akan mengoptimalkan operasional lima terminal pengantongan semen yang berada di Lhoknga, Krueng Raya (Malahayati), Lhokseumawe I, Lhokseumawe II, serta Belawan.

Seluruh terminal tersebut akan dioperasikan selama 24 jam melalui sistem tiga shift untuk meningkatkan kapasitas distribusi.

“SBI berkomitmen memprioritaskan pemenuhan kebutuhan semen di Aceh melalui peningkatan produksi dan distribusi di seluruh terminal sehingga kebutuhan masyarakat Aceh dapat terpenuhi dan stabilitas harga semen segera kembali normal,” kata Edi.

Baca Juga:  M Nasir Dilantik Jadi Kadis Perpustakaan dan Arsip Usai Dicopot dari Sekda Aceh

Selain meningkatkan operasional terminal, SBI juga akan melakukan evaluasi harian terhadap produksi dan distribusi hingga kondisi pasokan benar-benar kembali normal.

Perusahaan juga memastikan adanya tambahan pengiriman semen secara bertahap sepanjang Agustus 2026, termasuk melalui optimalisasi distribusi dari luar Aceh guna memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Edi menegaskan pasokan untuk Aceh akan didahulukan sebelum dialokasikan ke wilayah lain.

“Pasokan untuk Aceh akan menjadi prioritas melalui optimalisasi kapasitas produksi dan distribusi sebelum dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan wilayah lainnya,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Aceh dan SBI juga sepakat memperkuat sinergi guna memastikan ketersediaan semen tetap terjaga demi mendukung percepatan pembangunan dan pemulihan pascabencana.

Sekda Aceh berharap seluruh komitmen yang telah disampaikan manajemen pusat SBI segera direalisasikan sehingga masyarakat dapat segera merasakan dampaknya.

“Pemerintah Aceh berharap komitmen tersebut segera diwujudkan melalui peningkatan produksi, kelancaran distribusi, serta stabilisasi harga semen agar masyarakat segera merasakan manfaatnya,” kata Nasir.

Dengan adanya komitmen tersebut, Pemerintah Aceh optimistis persoalan kelangkaan pasokan dan tingginya harga semen yang sempat dikeluhkan masyarakat dapat segera teratasi melalui peningkatan produksi, distribusi selama 24 jam, serta pengawasan harian hingga kondisi pasar kembali stabil.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait