Bireuen, Infoaceh.net – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Provinsi Aceh pada Kamis, 6 Agustus 2026. Salah satu agenda utamanya adalah meninjau langsung progres pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum (Jembatan Kuta Blang) di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen.
Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat untuk mengakselerasi rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur vital pascabencana alam yang sempat melumpuhkan konektivitas di wilayah Sumatra, khususnya koridor utama Banda Aceh–Medan.
Wapres Gibran bersama rombongan terbatas bertolak dari Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 06.00 WIB.
Setibanya di lokasi proyek Jembatan Kuta Blang, Wapres langsung disambut oleh Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fad), Bupati Bireuen Mukhlis, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, serta jajaran unsur Forkopimda Aceh.
Kehadiran orang nomor dua di Indonesia ini juga memicu antusiasme masyarakat setempat.
Wapres menyempatkan diri turun ke area bawah sebelah utara proyek untuk menyalami serta berdialog langsung dengan warga yang terdampak bencana.
Dalam dialog tersebut, Gibran menegaskan bahwa pemerintah memprioritaskan perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan guna memulihkan stabilitas ekonomi warga.
Jembatan Kuta Blang sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat terjangan banjir bandang pada 26 November 2025, yang berdampak luas terhadap mobilitas logistik dan angkutan penumpang antarpovinsi.
Berdasarkan pemaparan dari perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di lapangan, progres fisik pembangunan struktur permanen jembatan rangka baja Krueng Tingkeum per akhir Juli telah mencapai 74,46 persen.
Menteri PU Dody Hanggodo sebelumnya juga telah memastikan bahwa seluruh material seperti rangka baja dan balok girder sudah berada di lokasi, dan para pekerja dikerahkan siang malam untuk mengejar target.
Pemerintah secara optimistis menargetkan jembatan permanen sepanjang kurang lebih 150 meter ini dapat selesai dan berfungsi optimal pada akhir Agustus 2026.
Sembari menunggu jembatan permanen rampung, mobilitas masyarakat saat ini bertumpu pada Jembatan Darurat (Bailey) Kuta Blang yang dibangun atas gotong royong TNI (Zidam Iskandar Muda), Polri, dan Kementerian PU. Jembatan bailey ini dirancang mampu menahan beban maksimal hingga 30 ton dengan sistem lalu lintas buka-tutup.
Petugas di lapangan terus melakukan perawatan berkala pada lantai jembatan darurat agar tetap aman dilintasi kendaraan logistik.
Usai mematangkan peninjauan di Kutablang, Wapres Gibran melanjutkan rangkaian kunkernya di Kabupaten Bireuen dengan menyambangi SDN 7 Jangka untuk memantau fasilitas pendidikan, serta meninjau progres Jembatan Teupin Mane di Kecamatan Juli yang juga ditargetkan fungsional akhir bulan ini.
Sesuai jadwal, Wapres beserta rombongan akan melanjutkan perjalanan darat menuju wilayah dataran tinggi Gayo, meliputi Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues.

















