JAKARTA, Infoaceh.net — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) memperkuat komitmennya mendukung Program Perumahan Nasional dengan memperluas akses pembiayaan rumah subsidi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai Kementerian Agama (Kemenag).
Langkah tersebut dilakukan melalui sinergi antara BSI, Kementerian Agama RI, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), serta BP Tapera.
Kolaborasi ini diwujudkan melalui sosialisasi KPR Sejahtera FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) kepada pegawai Kemenag yang memenuhi kriteria sebagai penerima manfaat.
Program tersebut diarahkan untuk membantu para abdi negara memiliki hunian pertama yang layak, berkualitas, dan terjangkau melalui skema pembiayaan berbasis prinsip syariah.
Hingga akhir Juli 2026, BSI mencatat pencapaian 70 persen dari target penyaluran unit FLPP tahun 2026.
Dengan target tahunan sebanyak 3.283 unit, capaian tersebut menempatkan BSI pada peringkat pertama secara nasional dalam persentase pencapaian target penyaluran FLPP.
Secara akumulatif sejak merger pada 2021 hingga Juli 2026, BSI telah menyalurkan pembiayaan KPR FLPP untuk 25.465 unit rumah dengan total nilai mencapai sekitar Rp3,6 triliun.
Sementara itu, jika dihitung secara historis sejak 2012, kontribusi pembiayaan rumah subsidi BSI telah mencapai 67.686 unit dengan total nilai pembiayaan sekitar Rp8,9 triliun yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, mengatakan kebutuhan hunian bagi ASN dan pegawai Kementerian Agama menjadi salah satu perhatian penting dalam pengembangan ekosistem pembiayaan ritel BSI.
“BSI hadir tidak hanya sebagai lembaga keuangan syariah, tetapi juga sebagai mitra tumbuh bersama dalam mewujudkan impian seluruh abdi negara memiliki hunian yang layak,” ujar Erwan, Kamis (3/9/2026).
Menurut dia, berdasarkan survei yang dilakukan BSI, minat pegawai Kemenag terhadap program pembiayaan rumah subsidi cukup tinggi.
“Ini adalah amanah besar bagi BSI untuk terus Melayani Sepenuh Hati dengan menyediakan solusi keuangan syariah yang transparan, cepat, dan menyejahterakan,” katanya.
Tidak hanya melalui sosialisasi, BSI juga menghadirkan program Housing Tour Perumahan FLPP Bersama BSI.
Melalui program tersebut, calon nasabah diberikan kesempatan mengunjungi langsung sejumlah lokasi perumahan yang masuk dalam skema FLPP. Beberapa di antaranya adalah Puri Permata Ciseeng, Mahkota Estate Ciseeng, dan Permata Daru Tangerang.
Kunjungan tersebut bertujuan memberikan kesempatan kepada calon penerima pembiayaan untuk melihat secara langsung kondisi dan kualitas bangunan, memastikan aspek legalitas, serta memahami skema pembiayaan yang ditawarkan.
BSI menilai pendekatan tersebut penting agar calon nasabah tidak hanya memperoleh informasi pembiayaan secara teoritis, tetapi juga dapat melihat langsung rumah yang akan dibeli sebelum mengambil keputusan.
Kemas mengatakan ekspansi pembiayaan rumah subsidi juga menjadi bagian dari upaya BSI memperkuat kontribusinya terhadap transformasi ekonomi nasional.
Menurutnya, konsolidasi ekosistem keuangan dan aset nasional melalui Danantara Indonesia dapat membuka peluang bagi perluasan pembiayaan inklusif, termasuk sektor perumahan.
Perluasan pembiayaan tersebut juga dinilai dapat menciptakan efek berganda bagi perekonomian, khususnya melalui peningkatan aktivitas sektor konstruksi, pengembang perumahan, tenaga kerja, hingga industri pendukung lainnya.
“Dengan landasan spiritual serta komitmen profesionalisme, BSI terus bertransformasi sejalan dengan visi Danantara Indonesia untuk memastikan setiap rupiah pembiayaan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat dan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Kemas.
Dengan capaian penyaluran FLPP yang telah mencapai 70 persen dari target tahun 2026 hingga Juli, BSI kini memiliki waktu hingga akhir tahun untuk mengejar sekaligus mengoptimalkan penyaluran pembiayaan rumah subsidi bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan, termasuk ASN dan pegawai Kementerian Agama.






















