Umum

Tak Mau Hanya Jadi Pengguna, Banda Aceh Dorong Talenta Lokal Jadi Pencipta Teknologi

Banda Aceh, Infoaceh.net – Pemerintah Kota Banda Aceh memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk mendorong lahirnya talenta, inovasi dan peluang ekonomi baru berbasis teknologi.

Penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal dengan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Nezar Patria di Balai Kota Banda Aceh, Jumat (4/9/2026).

ADVERTISMENT
Pelantikan Panglima Kodam Iskandar Muda

Nezar disambut Illiza bersama Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah dan jajaran Pemko Banda Aceh. Pertemuan membahas pengembangan Banda Aceh Academy (BAA) serta penguatan Garuda Spark Innovation Hub (GSIH).

Pemko ingin transformasi digital tidak sebatas pembangunan infrastruktur dan penggunaan aplikasi. Teknologi diarahkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, melahirkan inovator serta membuka lapangan kerja dan peluang usaha.

Baca Juga:  Tim Gabungan di Banda Aceh Razia Narkoba di Cafe, Vape Pengunjung Diperiksa

Melalui BAA, talenta muda akan dikembangkan mulai dari pemetaan kompetensi, pelatihan, sertifikasi, penyusunan portofolio hingga inkubasi dan akses menuju dunia kerja maupun usaha.

Sementara GSIH menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, startup, industri dan talenta digital.

Banda Aceh sebelumnya menjadi salah satu dari 10 kota mitra nasional dalam peluncuran GSIH pada 26 Agustus 2026. Semangat “From Local Potential to Global Impact” menjadi arah untuk membawa potensi daerah memiliki daya saing lebih luas.

Kemampuan talenta lokal salah satunya terlihat melalui Sistem Informasi Pemerintahan Gampong Mulia (SIPGAM). Sistem tersebut menyediakan layanan administrasi kependudukan, persuratan digital dengan tanda tangan elektronik tersertifikasi hingga pelaporan kedaruratan.

Baca Juga:  Kapolresta Banda Aceh Lantik Pejabat Utama, Kompol Moch Abdhi Hendriyatna Jadi Kasat Lantas

Pengembangan ekosistem digital juga diarahkan menyentuh sektor UMKM. Pemko Banda Aceh mencatat terdapat sekitar 47.450 UMKM aktif yang berpotensi diperkuat melalui pemasaran digital, peningkatan kemampuan usaha dan perluasan akses pasar.

Kolaborasi BAA dan GSIH diharapkan menjadi jembatan antara talenta lokal dengan kebutuhan industri maupun persoalan perkotaan, mulai dari pelayanan publik, lingkungan, kebencanaan hingga pariwisata.

Bagi Pemko, tujuan akhirnya bukan menjadikan masyarakat sekadar pengguna teknologi, tetapi mendorong Banda Aceh menjadi tempat lahirnya pencipta solusi digital.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait