Aceh Besar, Infoaceh.net — Sebuah lahan yang selama puluhan tahun terbengkalai di Gampong Meunasah Mon, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, kini berubah wajah menjadi pusat kuliner yang produktif.
Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), PT Pertamina Patra Niaga meresmikan Foodcourt UMKM yang diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat setempat, Jumat (3/4/2026) malam.
Peresmian ini menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat mampu mengubah potensi yang sebelumnya terabaikan menjadi sumber penghidupan baru.
Foodcourt tersebut kini dikelola oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas usaha yang layak.
Mewakili Bupati Aceh Besar, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Sulaimi, menyampaikan apresiasi atas kontribusi PT Pertamina Patra Niaga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Ia menilai program ini bukan hanya menghadirkan infrastruktur, tetapi juga membuka harapan baru bagi warga.
“Ini adalah contoh konkret bagaimana sinergi dapat menghasilkan dampak nyata. Pemerintah tentu mendukung penuh program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat seperti ini,” ujarnya.
Sulaimi menegaskan keberhasilan foodcourt ini tidak hanya bergantung pada fasilitas yang telah dibangun, tetapi juga pada komitmen pelaku UMKM dalam menjaga kualitas produk.
Ia mengingatkan pentingnya aspek kehalalan, kebersihan, serta pelayanan yang ramah sebagai kunci menarik minat pengunjung.
Lebih jauh ia optimistis foodcourt ini akan berkembang menjadi destinasi kuliner baru di Aceh Besar, mengingat lokasinya yang strategis di jalur wisata menuju kawasan pesisir seperti Ujong Batee, Lamreh, hingga Laweung.
Sementara Fuel Terminal Manager Krueng Raya, Danang Agung Saputra, menjelaskan program ini dirancang untuk memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat.
Sebanyak 28 kepala keluarga dilibatkan sebagai penerima manfaat dengan total 15 kios usaha yang telah disiapkan.
“Lahan ini sebelumnya tidak produktif selama puluhan tahun. Kini telah bertransformasi menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk terus hadir dan tumbuh bersama masyarakat,” jelas Danang.
Tak hanya menyediakan fasilitas fisik, program ini juga memberikan dukungan menyeluruh kepada pelaku UMKM.
Masing-masing penerima manfaat mendapatkan bantuan modal usaha sebesar Rp500 ribu, serta pelatihan memasak dan pelayanan yang melibatkan tenaga profesional.
Untuk mendukung perkembangan usaha di era digital, kawasan foodcourt tersebut juga dilengkapi dengan akses Wi-Fi, yang diharapkan dapat dimanfaatkan oleh generasi muda dalam mengembangkan kreativitas dan inovasi usaha.
Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut, Agustina Mandayati, menambahkan, keberlanjutan program menjadi fokus utama perusahaan. Ia berharap UMKM di Krueng Raya mampu berkembang dan bersaing dengan pelaku usaha di wilayah lain.
“Kami tidak hanya membangun, tetapi juga memastikan program ini dapat terus berjalan dan memberi manfaat jangka panjang. Kemandirian pelaku UMKM menjadi tujuan utama,” ujarnya.
Di sisi lain, kehadiran foodcourt ini disambut antusias oleh masyarakat.
Salah satu penerima manfaat, Rika, mengaku sangat bersyukur atas kesempatan yang diberikan. Ia kini memiliki tempat usaha yang lebih layak dan peluang untuk meningkatkan pendapatan keluarga.
“Alhamdulillah, ini sangat membantu kami. Tidak hanya tempat usaha, kami juga dibekali ilmu dan modal. Ini jadi awal baru bagi kami untuk berkembang,” ungkapnya.
Acara grand opening turut dihadiri jajaran manajemen PT Pertamina Patra Niaga Regional Aceh, unsur Forkopimcam Mesjid Raya, Danpos AL Malahayati, serta masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.
Transformasi lahan terbengkalai menjadi pusat kuliner ini menjadi simbol kebangkitan ekonomi berbasis gampong.
Lebih dari itu, program ini mempertegas bahwa pembangunan tidak selalu harus dimulai dari hal besar, tetapi dari langkah konkret yang memberi dampak langsung bagi masyarakat.
Ke depan, Foodcourt UMKM Meunasah Mon diharapkan tidak hanya menjadi pusat transaksi ekonomi, tetapi juga ruang interaksi sosial dan promosi budaya kuliner lokal Aceh Besar yang mampu menarik minat wisatawan.






















