Kesehatan & Gaya Hidup

dr. Ida Mulyani: Sinar-X Tak Perlu Ditakuti, Ini Cara Aman Menjalani Rontgen

Banda Aceh, Infoaceh.net – Pemanfaatan sinar-X dalam dunia medis terus menjadi andalan dalam membantu dokter menegakkan diagnosis secara cepat dan akurat. Namun di balik manfaat besar tersebut, pengendalian risiko paparan radiasi tetap menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan.

Hal itu disampaikan dr. Ida Mulyani, M.K.M, yang menekankan bahwa teknologi sinar-X telah menjadi bagian vital dalam pelayanan kesehatan modern. Melalui alat seperti radiografi, CT scan, hingga fluoroskopi, tenaga medis dapat melihat kondisi internal tubuh tanpa tindakan invasif.

“Sinar-X sangat membantu dalam mendeteksi berbagai penyakit, mulai dari infeksi paru, patah tulang, hingga kanker,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa paparan radiasi berlebih dapat berdampak pada kesehatan, terutama dalam jangka panjang. Pada tingkat sel, radiasi berpotensi merusak DNA yang dapat meningkatkan risiko kanker.

Baca Juga:  Konferensi Internasional AINC-9 di Sabang, BPKS Dukung Penguatan Inovasi Keperawatan

Namun, dalam praktik medis, penggunaan sinar-X dilakukan secara terukur dan sesuai indikasi. Salah satu prinsip yang diterapkan adalah As Low As Reasonably Achievable (ALARA), yakni meminimalkan dosis radiasi tanpa mengurangi kualitas hasil pemeriksaan.

Ia menjelaskan, bagi pasien, penting untuk memastikan setiap pemeriksaan radiologi memiliki dasar medis yang jelas. Selain itu, riwayat pemeriksaan sebelumnya juga perlu disampaikan kepada dokter untuk menghindari paparan berulang yang tidak diperlukan.

Kelompok rentan seperti anak-anak dan perempuan usia subur juga memerlukan perhatian khusus, termasuk penggunaan pelindung tambahan untuk organ sensitif.

Baca Juga:  Real Voice, Real Change: Ketika Flexing Menjadi Candu, Kesehatan Jiwa Dipertaruhkan

Di sisi lain, tenaga medis juga dituntut menerapkan standar keselamatan yang ketat. Penggunaan alat pelindung diri seperti apron timbal, pelindung tiroid, serta kacamata khusus menjadi keharusan, terutama pada prosedur dengan paparan tinggi.

Kemajuan teknologi turut mendukung upaya pengurangan risiko. Peralatan radiologi modern kini mampu menghasilkan gambar berkualitas tinggi dengan dosis radiasi yang lebih rendah. Selain itu, metode alternatif seperti USG dan MRI juga semakin banyak digunakan karena tidak menggunakan radiasi ionisasi.

Dr. Ida menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan terhadap penggunaan sinar-X selama dilakukan sesuai prosedur medis.

“Manfaatnya jauh lebih besar dibandingkan risiko, selama penggunaannya tepat dan terkontrol,” pungkasnya.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait