Banda Aceh, Infoaceh.net — Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh kembali mengukuhkan sembilan guru besar dalam Rapat Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar Angkatan VIII di Auditorium Prof Ali Hasjmy, Selasa (22/9/2026).
Pengukuhan dilakukan oleh Staf Ahli Menteri Agama, Faisal Ali Hasyim dan turut disaksikan oleh pimpinan dan anggota senat serta para wakil rektor. Mereka yang dikukuhkan adalah:
1. Prof Dr Inayatillah SAg MAg, Guru Besar bidang Sejarah Peradaban Islam.
2. Prof Dra Juwaini MAg PhD, Guru Besar Bidang Filsafat Islam Klasik.
3. Prof Dr Muhammad Nasir MHum, Guru Besar Bidang bidang Sastra Inggris.
4. Prof Dr Sri Rahmi MA, Guru Besar bidang Kepemimpinan Pendidikan Islam.
5. Prof Dr Muji Mulia SAg MAg, Guru Besar bidang Pemikiran Politik Islam Kontemporer.
6. Prof Dr Fuad Mardatillah MA, Guru Besar Bidang Filsafat Pendidikan Islam.
7. Prof Dr Fakhri SSos MA, Guru Besar bidang Komunikasi Dakwah.
8. Prof Dr EMK Alidar SAg MHum, Guru Besar bidang Hukum Perdata.
9. Prof Dr Ismail Anshari MA, Guru Besar bidang Inovasi Pengajaran.
Dengan bertambahnya sembilan guru besar, jumlah profesor UIN Ar-Raniry kini mencapai 65 orang. Jumlah itu meningkat dari 22 profesor pada 2022, atau bertambah 43 guru besar dalam empat tahun.
Dalam arahan Sekjen Kemenag RI yang dibacakan Faisal mengatakan pengukuhan guru besar bukan sekadar seremoni akademik atau penambahan jumlah profesor di perguruan tinggi.
Menurutnya, gelar profesor merupakan amanah keilmuan, moral dan peradaban.
“Guru besar adalah amanah keilmuan, amanah moral dan amanah peradaban. Gelar Profesor harus menjadi penanda lahirnya tanggung jawab yang lebih besar tanggung jawab untuk mengembangkan ilmu membimbing generasi memberi solusi bagi persoalan masyarakat serta menghadirkan kemanfaatan ilmu bagi bangsa dan kemanusiaan,” demikian arahan Sekjen Kemenag RI yang dibacakan Faisal.
Kemenag berharap sembilan guru besar tersebut menjadi energi baru bagi UIN Ar-Raniry untuk memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, berkarakter dan memiliki reputasi internasional.
Ia juga mendorong para guru besar menjadi pionir transformasi UIN Ar-Raniry menuju World Class University melalui penguatan tradisi akademik, riset berkualitas, jejaring internasional, serta gagasan yang dapat menempatkan kampus tersebut sebagai pusat keunggulan ilmu pengetahuan.
Rektor UIN Ar-Raniry Prof Dr Mujiburrahman MAg mengatakan pengukuhan sembilan guru besar menjadi momentum untuk meneguhkan capaian akademik sekaligus mempersiapkan kampus menghadapi tantangan ke depan.
“Guru besar bukan hanya gelar akademik Ia adalah tanggung jawab untuk terus mengembangkan ilmu menghasilkan karya membimbing generasi menjaga integritas akademik dan memberikan manfaat kepada masyarakat,” kata Mujiburrahman.
Ia berharap pengukuhan tersebut tidak menjadi akhir perjalanan akademik para profesor, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas.
Menurut Mujiburrahman, semakin tinggi kedudukan akademik seseorang, semakin besar pula tanggung jawab untuk menjadikan ilmu sebagai sumber kemaslahatan.
Guru besar juga dituntut membimbing mahasiswa agar mampu berpikir kritis, kreatif, dan inovatif di tengah perkembangan teknologi serta tantangan global.
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Ar-Raniry Prof Dr M Yasir Yusuf MA mengatakan pertumbuhan jabatan fungsional dosen sebagai guru besar di UIN Ar-Raniry menunjukkan akselerasi sumber daya manusia unggul.
“Jika tahun 2022, UIN Ar-Raniry baru mempunyai 22 orang profesor, maka di tahun 2026, akhir masa jabatan Rektor UIN Ar-Raniry periode 2022-2026 menjadi 65 orang, tumbuh melonjak hampir 200 persen,” kata Yasir.

















