CIMAHI, Infoaceh.net — Kabar duka menyelimuti keluarga besar Tentara Nasional Indonesia (TNI). Mantan Pangdam Iskandar Muda (IM) sekaligus mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Letnan Jenderal TNI (Purn) Endang Suwarya, meninggal dunia pada usia sekitar 75 tahun.
Berdasarkan laporan resmi, jenderal bintang tiga kelahiran Bandung tahun 1951 ini mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Dustira, Kota Cimahi, Jawa Barat, pada Senin, 19 Oktober 2026.
Informasi kepergian almarhum menyebar luas dan mendatangkan duka mendalam bagi rekan sejawat serta masyarakat, khususnya di wilayah Aceh.
Rekam Jejak Sejarah di Tanah Rencong
Letjen TNI (Purn) Endang Suwarya dikenal memiliki kedekatan historis yang sangat panjang dengan Daerah Operasi Militer (DOM) Aceh.
Sepanjang kariernya di Tanah Rencong, Endang Suwarya tercatat pernah menduduki sejumlah posisi krusial, di antaranya:
• Komandan Korem (Danrem) 012/Teuku Umar (2001–2002)
• Kepala Staf Kodam (Kasdam) Iskandar Muda (2002)
• Panglima Kodam (Pangdam) Iskandar Muda (2003–2005)
Nama Endang Suwarya tercatat tebal dalam sejarah nasional saat beliau memimpin Kodam IM sebagai Penguasa Darurat Militer Daerah (PDMD) Aceh pada tahun 2003.
Saat itu, 19 Mei 2023, Presiden Megawati Soekarnoputri menetapkan status Darurat Militer di Aceh melalui Keppres No. 28 Tahun 2003 guna meredam pergerakan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Di bawah kepemimpinannya, operasi keamanan dipadukan dengan pendekatan dialogis untuk merangkul kembali masyarakat ke pangkuan NKRI.
Karier Cemerlang di Tingkat Pusat
Selepas menyelesaikan tugasnya di Aceh, lulusan Akademi Militer (Akmil) angkatan 1973—yang juga merupakan rekan satu angkatan Presiden ke-6 RI, Jenderal (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)—langsung ditarik ke Markas Besar Angkatan Darat.
Karier militernya terus meroket hingga menduduki posisi-posisi elite puncak TNI, antara lain:
• Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) (2005)
• Kepala Staf Umum (Kasum) TNI (2006–2007)
• Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan (Sekjen Dephan)
Kepergian almarhum merupakan kehilangan besar bagi jajaran TNI.
Berbagai ucapan belasungkawa dan doa mengalir dari tokoh-tokoh Aceh, kolega militer, serta organisasi kedirgantaraan dan purnawirawan.
Pihak keluarga memohon doa agar segala amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.























