Nasional

Nasir Djamil: Menteri Terlibat Bisnis PCR Mengkhianati Pancasila

JAKARTA — Dugaan praktik pejabat ikut terlibat dalam bisnis tes polymerase chain reaction (PCR) dinilai telah mengkhianati hati rakyat.

Sebab, mereka justru mengeruk untung di saat rakyat sedang menderita akibat pandemi covid-19.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

“Kalau isu ini benar, sungguh menyakitkan. Sebab itu bukan saja mengkhianati sila kemanusiaan yang adil dan beradab, tapi juga seperti orang menari di atas penderitaan orang lain,” tegas Anggota Komisi III DPR RI, M. Nasir Djamil seperti dilansir dari RMOL, Rabu (3/11).

Baca Juga:  Tak Lagi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Dilantik Jadi Kepala Kantor Staf Kepresidenan Gantikan Dudung 

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan, seharusnya para penegak hukum memiliki hati nurani untuk melakukan penyelidikan terkait dugaan tersebut agar masyarakat bisa tenang.

“Termasuk bisa menghindari pembunuhan karakter nama menteri yang disebutkan,” tegasnya.

Anggota Komisi III DPR RI ini menambahkan dengan turunnya penegak hukum maka masyarakat akan mengetahui kebenaran dari isu yang berkembang liar tersebut.

Baca Juga:  Kepala BGN Sudaryono Kunjungi Aceh, Tinjau Program MBG di Sekolah

“Secara kasat mata tentu kita sulit memastikan isu itu. Tapi dengan kewenangannya, aparat penegak hukum bisa memulai guna menjawab kegusaran publik soal isu menteri berbisnis PCR,” ucapnya.

“Sebab isu ini seperti kata pepatah, mencari kesempatan dalam kesempitan,” demikian Nasir Djamil. (IA)

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait