6 Agustus 2020 menjadi hari yang istimewa bagi Bank Aceh Syariah. Iya, bank milik Pemerintah Aceh dan Kabupaten/Kota ini tepat berusia 47 tahun pada tanggal tersebut.
Sebuah upacara sederhana digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-47 Bank Aceh Syariah, di halaman kantor pusat bank tersebut di kawasan Batoh, Banda Aceh, Kamis (6/8).
Pastinya upacara yang dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT yang juga pemegang saham pengendali (PSP) Bank Aceh Syariah tersebut berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat mengingat kondisi saat ini di tengah suasana pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19)
Upacara peringatan HUT Bank Aceh Syariah itu, diikuti oleh Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman, para direksi, komisaris dan mantan Dirut Bank Aceh. Hadir juga mendampingi Plt Gubernur, Karo Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto.
“Alhamdulillah pada hari ini tanggal 6 Agustus 2020, Bank Aceh Syariah telah memasuki usianya yang ke-47. Kita patut bersyukur karena bank yang kita cintai ini terus tumbuh berkembang serta dapat memberikan kontribusi terbaik bagi seluruh nasabah, masyarakat, serta bagi daerah”.
“Alhamdulillah pada hari ini tanggal 6 Agustus 2020, Bank Aceh Syariah telah memasuki usianya yang ke-47. Kita patut bersyukur karena bank yang kita cintai ini terus tumbuh berkembang serta dapat memberikan kontribusi terbaik bagi seluruh nasabah, masyarakat, serta bagi daerah. Semua ini merupakan rahmat dan ridha Allah SWT atas ikhtiar dan darma bakti kita pada bank yang kita cintai ini,” ujar Nova Iriansyah dalam sambutannya saat bertindak sebagai inspektur upacara HUT ke-47 Bank Aceh Syariah.
Nova menyebutkan, juga patut disyukuri, setelah 4 tahun bank ini menjadi Bank Umum Syariah, sampai saat ini Bank Aceh masih mampu terus mempertahankan dan meningkatkan kinerjanya dalam tren yang positif. Secara umum kinerja keuangan pada akhir tahun 2019 cukup menggembirakan.
Untuk periode Juni 2020 total aset Bank Aceh mencapai Rp 24 triliun, Dana simpanan Pihak Ketiga mencapai Rp 21 triliun. Pada saat bersamaan pertumbuhan pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp 15 triliun, serta deviden yang dibagikan sebagai kontribusi Pendapatan Asli Daerah mencapai Rp. 265 miliar pada tahun 2019.
Seperti diketahui bersama, lanjut Nova, saat ini dunia tengah dihadapkan pada situasi yang penuh ketidakpastian akibat dampak penyebaran pandemi COVID-19.
Jumlah korban yang terpapar dan terinfeksi langsung maupun yang
terdampak secara sosial dan ekonomi juga semakin meningkat dan memprihatinkan bagi semua pihak.
Karena itu, Nova mengajak mari bersama-sama bahu membahu agar mampu bertahan di tengah pandemi ini dengan terus meningkatkan kinerja dan peran secara optimal.
Bank Aceh Syariah juga diminta harus terus membangun sinergi dengan seluruh stakeholder dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Terutama di sektor-sektor produktif agar semangat dan cita-cita pendiri bank ini benar-benar membawa dampak positif dalam membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Sejalan dengan semangat dan cita-cita bersama tersebut, tentu kita harus lebih fokus pada pengembangan bisnis dan layanan bank yang berorientasi kepada kebutuhan nasabah melalui konsep bisnis berbasis layanan digital banking,” sebutnya.
Diharapkan peningkatan layanan ini dapat segera dirasakan manfaatnya oleh seluruh nasabah.
Disamping itu sebagai bank daerah yang sekaligus mitra utama masyarakat dan pemerintah, Bank Aceh Syariah tentu harus juga memiliki komitmen yang kuat dalam membina hubungan industrial dengan lingkungan usahanya melalui kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan, yang salah satunya melalui program Bank Aceh Syariah Peduli.

Termasuk peran aktif dalam menghadapi dampak pandemi dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19 sebagaimana dicanangkan oleh Pemerintah.
“Saya mengucapkan terima kasih atas berbagai bentuk dukungan dan bantuan yang telah disalurkan kepada masyarakat terdampak COVID-19 di seluruh wilayah kerja Bank Aceh Syariah di Aceh dan Medan, Sumatera Utara,” jelasnya.
Melalui semangat dan kepedulian ini juga diharapkan dapat mewujudkan Bank Aceh menjadi Bank Syariah yang tangguh dalam menghadapi berbagai ujian dan tantangan di masa yang akan datang.
Hal ini selaras dengan semangat dan tema HUT Bank Aceh ke-47 yaitu “Sinergi, Tangguh dan Peduli”.
Pada usia yang ke-47 ini, Nova Iriansyah selaku pemegang saham pengendali (PSP) berharap seluruh elemen Bank Aceh Syariah tetap kompak dan solid demi mewujudkan komitmen dalam mengelola bank ini secara amanah sesuai harapan pemegang saham dan seluruh masyarakat Aceh.
“Saya mengajak kita semua agar dapat bekerja dan berkarya lebih baik lagi di tahun-tahun yang akan datang. Mari bersama-sama kita kembali membangun karakter dan semangat kebersamaan dalam wujud penguatan silaturrahmi dengan seluruh stakeholder.
Kita harus yakin, dengan karakter yang kuat dan semangat kebersamaan, kita akan mampu menguasai pasar serta disegani oleh bank kompetitor,” terangnys.
Plt. Gubernur juga mengharapkan agar Bank Aceh Syariah harus terus konsisten dan terus berkembang serta benar-benar dapat menjadi lokomotif ekonomi syariah di Aceh dan Indonesia.
“Semoga kita semua selalu menjadi pribadi yang rendah hati dan terus memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh nasabah, stakeholder dan masyarakat. Kita yakin dengan menjadi Bank Umum Syariah, Bank Aceh akan lebih maju dan jaya di masa yang akan datang, serta dapat menjadi salah satu lembaga keuangan yang akan memperkuat fundamental ekonomi Aceh secara Islami. Bank Aceh Syariah Bisa, Harus Bisa, Pasti Bisa!!! Semoga Allah SWT senantiasa meridhai setiap langkah dan usaha kita,” pungkasnya.
Harapan yang sama juga datang dari pemegang Bank Aceh Syariah lainnya yakni Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman.
Aminullah meminta, Bank Aceh Syariah milik Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota agar dapat berperan lebih aktif dalam membangkitkan dunia usaha di tengah kondisi pandemi Covid-19.
Selaku mantan direktur utama dan salah satu pemegang sahamnya, Aminullah menaruh harapan besar kepada Bank Aceh Syariah.
“Semakin usianya bertambah, seyogyanya semakin banyak pula berkontribusi kepada masyarakat, terutama dalam menghidupkan dunia usaha,” terang Aminullah Usman usai mengikuti upacara peringatan HUT ke-47 Bank Aceh Syariah di halaman kantor pusat bank tersebut, di kawasan Batoh, Banda Aceh, Kamis (6/8).

Apalagi dalam situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini, peran perbankan sangat dibutuhkan karena dunia usaha sedang mengalami masa-masa sulit. “Semoga Bank Aceh Syariah bisa memberi kemudahan-kemudahan kepada para pelaku usaha,” harap Aminullah.
Ia pun yakin dengan mengusung moto “Sinergi, Tangguh dan Peduli”, BAS mampu memberikan yang terbaik kepada masyarakat.
“Terlebih bank ini terus tumbuh dan berkembang pesat. Kini asetnya sudah menembus angka Rp 24 triliun dan pembiayaan tersalurkan lebih dari Rp 15 triliun,” katanya lagi.
“Saya yakin dengan kapasitasnya, Bank Aceh Syariah mampu berperan lebih besar dalam membantu dunia usaha dan juga masyarakat umum yang terdampak Corona. Memang sudah sepatutnya, bank milik pemerintah daerah berada di garda terdepan dalam memberi perhatian,” ucap Aminullah Usman.
Sementara Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman menyampaikan, “Alhamdulillah, sudah 47 tahun kami hadir melayani masyarakat. Terima kasih kepada para nasabah, mitra, dan seluruh pihak yang masih setia bersama Bank Aceh Syariah serta menggunakan produk-produk dan layanan perbankan lainnya yang ada di Bank Aceh Syariah,” ujarnya. (ADV)






















