Aceh

Banjir di Aceh Timur Meluas, 2.751 Jiwa Mengungsi

ACEH TIMUR – Lebih dari dua ribu warga Aceh Timur mengungsi akibat banjr di sejumlah kecamatan. Sebelumnya dua gampong dilaporkan masih terendam, namun banjir susulan terjadi setelah hujan lebat kembali mengguyur kawasan tersebut.

Perkembangan pada Sabtu (1/1) pukul 09.00 WIB, banjir di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, menyebabkan 2.751 atau 769 KK mengungsi ke tempat yang lebih aman.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Namun demikian, pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur menginformasikan genangan berangsur surut di beberapa titik pada 8 kecamatan.

Sebelumnya dilaporkan tiga kecamatan terdampak pada Jumat pagi kemarin (30/12).

Baca Juga:  Pisahkan Dana Otsus Aceh dari APBA, Bentuk Badan Pengelola Khusus

Banjir sempat meluas karena curah hujan tinggi di kawasan kabupaten sehingga total 46 gampong atau desa di 8 kecamatan akhirnya terdampak banjir, di antaranya tersebar di Kecamatan Birem Bayeun, Indra Makmur, Sungai Raya, Idi Tunong, Rantau Selamat, Ranto Peureulak, Julok dan Nurussalam.

“Tercatat sebanyak 19.361 jiwa atau 6.274 KK terdampak kejadian tersebut. Selain itu banjir berdampak pada 6.274 unit rumah dan 1 lainnya rusak ringan,” kata Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

Berdasarkan pantauan prakiraan cuaca, pada sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Timur masih berpotensi pada hujan ringan-sedang-petir hingga hujan lebat pada hari ini dan Minggu (2/1).

Baca Juga:  Ironi Anggaran Bencana Aceh: Rp1,19 Triliun TKD Masih Mengendap, Realisasi Baru 27,67 Persen

Pada kajian inaRISK, Kabupaten Aceh Timur memiliki 24 kecamatan dengan potensi bahaya banjir kategori sedang hingga tinggi, termasuk delapan kecamatan yang terdampak banjir hingga hari ini.

Pemerintah daerah dan masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siap siaga terhadap potensi banjir susulan, maupun bahaya hidrometeorologi basah lain, seperti banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang.

“Waspadai puncak musim hujan pada Januari hingga Februari 2022,” tandasnya. (IA)

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait