Aceh

Aceh Usulkan BLK Khusus Alat Berat, Lahan 5 Hektare Disiapkan Dekat Bandara SIM

BANDA ACEH, Infoaceh.net — Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem meminta Menteri Ketenagakerjaan Yassierli membangun Balai Latihan Kerja (BLK) berspesifikasi khusus di Aceh.

Hal tersebut dinilai penting untuk memenuhi tenaga kerja dengan keahlian khusus yang dibutuhkan pada beberapa sektor.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Permintaan tersebut disampaikan Mualem saat menjamu makan siang Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, di Pendopo Gubernur Aceh, Kamis (25/9/2025).

“Kita berharap permintaan ini mudah-mudahan Menteri kabulkan,” kata Mualem.

Dalam kesempatan yang sama, Mualem juga menyerahkan langsung surat permohonan pembangunan BLK spesifikasi khusus kepada Menteri Yassierli.

Dalam surat tersebut, Gubernur menjelaskan, BLK khusus yang dibutuhkan Aceh adalah operator dan teknis/mekanik alat berat yang sangat dibutuhkan untuk mendukung usaha pertanian/perkebunan serta tambang dan migas di Aceh.

Baca Juga:  Bupati dan Ketua DPRK Aceh Besar Perjuangkan Pemekaran Aceh Raya di Rapimnas Forkonas PP DOB

Gubernur mengatakan, untuk mendukung pendirian BLK tersebut, pihaknya juga akan berupaya mempersiapkan lahan lokasi pembangunan yang rencananya di Kabupaten Aceh Besar, tepatnya dekat dengan Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda.

Adapun lahan yang disiapkan memiliki luas 5 hektar. “Kami sangat berharap permohonan ini dapat ditindaklanjuti dalam bentuk pertemuan dan kunjungan lapangan,” kata gubernur dalam surat tersebut.

Menanggapi permintaan Gubernur Aceh, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, pihaknya akan membahas hal tersebut di internal kementerian yang ia pimpin. “Insya Allah kita follow-up,” ujarnya.

Baca Juga:  Kebijakan Pusat Harus Dengarkan Aceh, Wagub Minta Keterwakilan Aceh Lebih Banyak Masuk Desk Koordinasi 

Menaker mengatakan, pihaknya akan mempelajari lebih dulu apakah kehadiran BLK khusus itu sudah sesuai dengan permintaan industri.

“Kita harap kehadiran pelatihan itu karena ada demand dulu, sudah jelas ini industrinya pergi kemana baru kemudian orangnya kita siapkan, jangan sampai pelatihan saja tapi tidak jelas penyerapannya,” kata Menaker.

Hadir dalam pertemuan tersebut Sekda Aceh M Nasir Syamaun, Kadis Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh, Akmil Husen, dan Kepala Biro Adpim Setda Aceh Akkar Arafat.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait