Olahraga

Tak Mampu Angkat Semen Padang dari Zona Degradasi, Dejan Antonic Dipecat

Padang, Infoaceh.net – Hasil imbang tanpa gol yang diraih Semen Padang FC saat menjamu PSIM Yogyakarta pada pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 berujung pada keputusan besar manajemen klub.

Tim berjuluk Kabau Sirah itu resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Dejan Antonic.

Laga yang berlangsung di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Rabu (4/3/2026) malam, berakhir dengan skor 0-0. Hasil tersebut membuat Semen Padang kembali gagal meraih kemenangan penting untuk keluar dari zona degradasi.

Padahal dalam pertandingan itu Semen Padang memiliki peluang besar untuk mengamankan tiga poin. PSIM Yogyakarta harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-38 setelah gelandang Fahreza Sudin menerima kartu merah akibat pelanggaran keras.

Meski unggul jumlah pemain hampir sepanjang pertandingan, Kabau Sirah tidak mampu memanfaatkan situasi tersebut untuk mencetak gol hingga peluit panjang dibunyikan.

Baca Juga:  PORA XV Batal Digelar 2026, Diundur ke Awal Mei 2027

Tak lama setelah pertandingan usai, manajemen klub langsung mengambil langkah tegas dengan mengakhiri kerja sama dengan Dejan Antonic. Pengumuman itu disampaikan melalui akun Instagram resmi Semen Padang pada Kamis (5/3/2026).

“Thanks Coach Dejan Antonic. All the best, Coach! Keep doing great things,” tulis manajemen dalam unggahan yang menampilkan foto sang pelatih dengan keterangan “Terima Kasih Coach Dejan Antonic”.

Manajemen menyebut keputusan tersebut diambil setelah melalui berbagai pertimbangan bersama jajaran komisaris dan penasehat tim.

Dejan Antonic sendiri tidak memulai musim bersama Semen Padang. Ia baru ditunjuk sebagai pelatih kepala pada 10 Oktober 2025 untuk menggantikan Eduardo Almeida. Namun hingga pekan ke-24 kompetisi, performa tim belum mampu mengangkat posisi Semen Padang dari papan bawah klasemen.

Baca Juga:  Dian Ramadhani, Putri Aceh Barat Torehkan Sejarah Juara Dunia Bulu Tangkis Junior

Tambahan satu poin dari hasil imbang melawan PSIM membuat Semen Padang kini mengoleksi 17 poin dari 24 pertandingan dan masih tertahan di peringkat ke-17 atau zona degradasi.

Usai berpisah dengan Dejan Antonic, manajemen klub bergerak cepat dengan menunjuk Imran Nahumarury sebagai pelatih kepala baru untuk memimpin tim dalam sisa kompetisi Liga 1 Indonesia musim 2025/2026.

Penunjukan Imran diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi tim yang tengah berjuang keluar dari ancaman degradasi. Mantan pelatih Malut United itu dinilai memiliki pengalaman serta karakter kepemimpinan yang dibutuhkan untuk membangkitkan performa Kabau Sirah.

Manajemen klub berharap Imran Nahumarury mampu segera meracik strategi yang tepat agar Semen Padang dapat meraih hasil maksimal pada pertandingan-pertandingan berikutnya dan menjauh dari zona merah klasemen.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait