Jakarta, Infoaceh.net – Pemerintah Kota Banda Aceh kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam ajang National Governance Award 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri RI di Jakarta, Jumat (24/4/2026), Banda Aceh dinobatkan sebagai Kota Terbaik Akses Kesehatan di Indonesia.
Penghargaan diterima langsung oleh Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal pada malam penganugerahan di The Ritz-Carlton.
Penghargaan untuk sektor health ecosystem tersebut, diserahkan oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, kepada empat kabupaten/kota.
Dalam kategori sektor health ecosystem, Banda Aceh memperoleh predikat Excellent City in Healthcare Access, mengungguli banyak daerah lain di Tanah Air.
Selain Banda Aceh, penghargaan serupa juga diberikan kepada Kota Tangerang, Kabupaten Klungkung dan Kabupaten Situbondo.
Namun, Banda Aceh menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus karena dinilai sukses membangun sistem layanan kesehatan yang efektif, inklusif, dan berkelanjutan.
Penghargaan tersebut diberikan setelah pemerintah pusat melakukan penilaian terhadap inovasi, kualitas layanan, pemerataan akses kesehatan, serta kebijakan daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Pemko Banda Aceh dinilai mampu menghadirkan transformasi nyata pada sektor kesehatan dasar.
Fokus pembangunan diarahkan pada peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan primer, pencegahan penyakit, hingga penanganan gizi masyarakat.
Wali Kota Illiza menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menyebut penghargaan itu merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur pemerintah, tenaga kesehatan, serta dukungan masyarakat Banda Aceh.
“Alhamdulillah, ini merupakan hasil kerja bersama, kolaborasi pemerintah dengan seluruh stakeholder di bidang kesehatan,” ujar Illiza usai menerima penghargaan.
Menurutnya, dalam kurun waktu satu tahun terakhir sejak memimpin Banda Aceh, pemerintah kota terus meluncurkan berbagai program prioritas di bidang kesehatan.
Beberapa program unggulan yang telah berjalan antara lain Puskesmas Keliling, yang menghadirkan layanan kesehatan langsung ke lingkungan masyarakat, kemudian Dokter Masuk Sekolah guna memastikan kesehatan anak-anak usia sekolah, serta pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil untuk mencegah stunting dan risiko kesehatan ibu serta bayi.
Selain itu, Pemko Banda Aceh juga memperkuat fasilitas kesehatan di puskesmas, meningkatkan layanan digital kesehatan, dan mendorong pemeriksaan kesehatan gratis bagi kelompok rentan.
Keberhasilan di sektor kesehatan tersebut disebut turut berdampak pada meningkatnya kualitas hidup masyarakat.
Salah satu indikator pentingnya adalah naiknya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banda Aceh.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Banda Aceh disebut berada di posisi teratas nasional pada tahun 2025 dalam capaian IPM, menandakan keberhasilan pembangunan sumber daya manusia secara menyeluruh.
Illiza menegaskan penghargaan ini dipersembahkan untuk seluruh masyarakat Banda Aceh.
Ia berharap capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan publik dan menghadirkan kota yang sehat serta nyaman dihuni.
“Insya Allah, penghargaan ini akan menjadi pelecut bagi kami untuk terus berbuat yang terbaik bagi masyarakat dan kota tercinta,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat atas apresiasi yang diberikan kepada Banda Aceh.
Dengan raihan ini, Banda Aceh semakin menegaskan diri sebagai kota modern yang mampu memadukan pembangunan, pelayanan publik, dan perhatian serius terhadap kesehatan masyarakat.
Prestasi tersebut juga menjadi bukti bahwa Banda Aceh kini semakin diperhitungkan di tingkat nasional sebagai daerah dengan tata kelola pemerintahan yang maju dan inovatif.

















