BANDA ACEH, Infoaceh.net – Perusahaan PT Sucofindo (Persero) resmi membuka Kantor Pemasaran Aceh di Kota Banda Aceh sebagai bagian dari strategi perusahaan memperluas jaringan layanan Testing, Inspection, and Certification (TIC) di Indonesia.
Kehadiran kantor baru tersebut diharapkan mampu mendekatkan layanan kepada pelanggan, memperluas jangkauan bisnis, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di Aceh.
Kantor pemasaran yang berlokasi di kawasan Batoh, tepatnya di Jalan Dr. Mr. Mohd Hasan No. 8, Kecamatan Lueng Bata, diresmikan pada Rabu (3/6/2026) dan dihadiri sejumlah pejabat daerah, unsur Forkopimda, pimpinan BUMN, pelaku usaha, serta manajemen PT Sucofindo (Persero).
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyambut baik kehadiran perusahaan BUMN yang berada di bawah naungan IDSurvey dan Danantara Indonesia tersebut.
Menurut Illiza, kehadiran Sucofindo bukan hanya sebagai lembaga pengujian dan sertifikasi, melainkan sebagai mitra strategis yang dapat membantu pemerintah daerah dan pelaku usaha meningkatkan kualitas produk serta memperluas akses pasar.
“Kami melihat kehadiran Sucofindo bukan hanya sebagai lembaga pengujian atau sertifikasi semata, tetapi sebagai mitra strategis daerah. Mitra yang membantu pelaku usaha kita mendapatkan pendampingan, meningkatkan kualitas produk, memperkuat daya saing, dan membuka peluang pasar yang lebih besar,” kata Illiza.
Ia menilai peresmian kantor pemasaran tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi daerah yang semakin menuntut standar mutu, keamanan, dan sertifikasi produk yang tinggi.
“Ini bukan sekadar gedung pelayanan, tetapi juga akses baru bagi pelaku usaha Aceh untuk berkembang lebih baik, lebih siap, dan lebih percaya diri menghadapi persaingan pasar,” ujarnya.
Menurut Illiza, dunia usaha saat ini berkembang sangat cepat. Produk yang baik tidak lagi cukup untuk memenangkan persaingan. Pasar kini menuntut adanya jaminan kualitas, keamanan produk, sertifikasi halal, hingga standar mutu yang terukur.
“Pasar sekarang menuntut kualitas, standar keamanan, sertifikasi halal, hingga jaminan mutu yang jelas. Di sinilah peran Sucofindo menjadi sangat penting,” katanya.
Ia mengungkapkan Banda Aceh memiliki potensi ekonomi yang besar dari berbagai sektor, mulai dari kopi, kuliner, hasil perikanan, hingga produk-produk UMKM kreatif yang terus berkembang.
Berdasarkan data Pemerintah Kota Banda Aceh, hingga Desember 2025 terdapat sebanyak 47.640 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian kota tersebut.
Karena itu, kehadiran Sucofindo diyakini akan memberikan dukungan penting dalam meningkatkan kualitas produk UMKM agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Selain itu, keberadaan kantor pemasaran tersebut juga dinilai sejalan dengan salah satu program prioritas Pemerintah Kota Banda Aceh, yakni Banda Aceh Academy (BAA), yang fokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai pelatihan dan sertifikasi kompetensi.
“Tentu dengan adanya Sucofindo akan memberi kemudahan bagi kami dalam membuat pelatihan hingga pesertanya mendapat sertifikasi,” ujar Illiza.
Ia juga menegaskan bahwa penguatan layanan Sucofindo di Aceh menunjukkan keseriusan negara dalam membangun ekosistem pengujian, inspeksi, dan penjaminan mutu yang profesional serta dekat dengan kebutuhan daerah.
“Kami berharap kantor ini nantinya tidak hanya menjadi tempat pelayanan administrasi, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi, ruang pendampingan, dan ruang tumbuh bagi pelaku usaha Aceh,” katanya.
Pemerintah Kota Banda Aceh, lanjut Illiza, terbuka untuk memperluas kerja sama dengan Sucofindo dalam berbagai bidang, termasuk pengembangan UMKM, peningkatan kualitas produk unggulan daerah, penguatan investasi, hingga program-program yang mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Saya percaya, ketika pemerintah, BUMN, dan pelaku usaha berjalan dengan semangat yang sama, maka manfaatnya akan kembali kepada masyarakat,” tuturnya.
Peresmian Kantor Pemasaran Aceh PT Sucofindo (Persero) turut dihadiri Komisaris Independen PT Sucofindo (Persero) Mathama Gandhi, Direktur Komersial PT Sucofindo (Persero) Agus Permadi, jajaran pimpinan Holding IDSurvey dan Danantara Indonesia, unsur Forkopimda Aceh dan Banda Aceh, kepala SKPA dan SKPK terkait, pimpinan instansi vertikal, BUMN, mitra kerja, serta para pelaku usaha di Aceh.
Dengan dibukanya kantor pemasaran tersebut, PT Sucofindo berharap dapat semakin mendekatkan layanan pengujian, inspeksi, sertifikasi, konsultansi, dan pendampingan kepada dunia usaha di Aceh, sekaligus mendukung peningkatan daya saing produk daerah di pasar global.


















