Aceh

58 Huntara di Aceh Utara Rusak Diterjang Angin Kencang, Safrizal Targetkan Perbaikan Tuntas Sepekan

ACEH UTARA, Infoaceh.net – Sebanyak 58 unit Hunian Sementara (Huntara) yang ditempati korban banjir di Kabupaten Aceh Utara mengalami kerusakan akibat diterjang angin kencang dalam beberapa hari terakhir.

Pemerintah bergerak cepat merespons kondisi tersebut dengan menargetkan seluruh perbaikan dapat diselesaikan dalam waktu tujuh hari.

ADVERTISMENT
Pelantikan Panglima Kodam Iskandar Muda

Berdasarkan data yang diterima, kerusakan terjadi di sejumlah lokasi Huntara yang tersebar di Kecamatan Langkahan.

Rinciannya, Huntara Rumoh Rayeuk mengalami kerusakan sebanyak 36 unit, Huntara Desa Langkahan 5 unit, Huntara Bukit Linteung 7 unit, dan Huntara Geudumbak sebanyak 10 unit.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Posko (Kaposko) Wilayah Aceh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Safrizal ZA, turun langsung meninjau lokasi terdampak bersama Bupati Aceh Utara.

Kunjungan lapangan yang dilakukan pada Selasa (2/6/2026) itu bertujuan memastikan kondisi warga yang menghuni Huntara sekaligus mempercepat langkah penanganan terhadap kerusakan yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem.

Dalam peninjauan tersebut, Safrizal melihat langsung sejumlah bangunan Huntara yang mengalami kerusakan pada bagian atap, dinding, dan beberapa fasilitas penunjang lainnya akibat terpaan angin kencang.

Tidak hanya itu, cuaca ekstrem kembali melanda wilayah tersebut pada Kamis (4/6/2026). Angin kencang yang kembali terjadi menyebabkan tambahan kerusakan pada Huntara di kawasan Bukit Linteung dan Geudumbak.

Baca Juga:  Safrizal ZA Sorot Rendahnya Serapan Anggaran TKD untuk Bencana di Aceh

Hingga saat ini, pemerintah daerah masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah kerusakan secara keseluruhan serta kebutuhan perbaikan yang diperlukan.

Safrizal mengatakan, kehadirannya di lokasi merupakan bentuk respons cepat pemerintah terhadap laporan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara terkait kondisi Huntara yang rusak dan kebutuhan mendesak warga terdampak.

Menurutnya, koordinasi intensif telah dilakukan dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum (PU), guna mempercepat proses pemulihan dan memastikan masyarakat tetap mendapatkan tempat tinggal yang layak selama masa penanganan pascabencana.

“Pemerintah bergerak cepat untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan penanganan yang diperlukan. Kami telah berkoordinasi langsung dengan Menteri PU, dan perbaikan Huntara yang mengalami kerusakan ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu tujuh hari,” ujar Safrizal dalam keterangannya, Senin (8/6/2026).

Ia menegaskan percepatan perbaikan menjadi prioritas utama mengingat Huntara tersebut masih dihuni oleh masyarakat korban banjir yang membutuhkan tempat tinggal yang aman dan nyaman.

Selain melakukan peninjauan dan koordinasi teknis, pemerintah juga menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak.

Baca Juga:  Setelah Dicopot, Mualem Kembali Tunjuk T. Aznal Zahri sebagai Kadis Pertanahan Aceh

Bantuan yang diberikan berupa paket peralatan dapur untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga yang tinggal di Huntara.

Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil alias Ayahwa yang turut mendampingi kunjungan tersebut menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah pusat melalui Satgas PRR Pascabencana Sumatera.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting untuk memastikan proses pemulihan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Kerusakan Huntara akibat cuaca ekstrem ini menjadi perhatian serius mengingat wilayah Aceh Utara masih rentan terhadap perubahan cuaca yang tidak menentu.

Pemerintah daerah juga terus mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang dan cuaca buruk yang masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

Dengan target perbaikan yang dipatok selama sepekan, pemerintah berharap seluruh Huntara yang rusak dapat segera kembali difungsikan secara normal sehingga warga terdampak tidak perlu berlama-lama menghadapi kondisi hunian yang kurang layak.

Langkah cepat tersebut diharapkan mampu meminimalkan dampak lanjutan akibat cuaca ekstrem sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang hingga kini masih menempati Huntara sebagai tempat tinggal sementara pascabencana banjir.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait