Umum

Pungli dan Pemerasan di Bukit Lamreh Coreng Wajah Pariwisata Aceh Besar

Aceh Besar, Infoaceh.net – Praktik pungutan liar (pungli) dan pemerasan terhadap pengunjung di kawasan wisata Bukit Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, menjadi sorotan publik dan dinilai mencoreng citra pariwisata daerah.

Menyikapi persoalan tersebut, Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Aceh Besar memastikan tindakan serupa tidak akan dibiarkan terulang.

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Satpol PP-WH telah berkoordinasi dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Mesjid Raya guna merumuskan langkah-langkah pencegahan dan pengawasan yang lebih ketat di kawasan wisata yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan Aceh.

Kasatpol PP-WH Aceh Besar Muhajir melalui Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Trantibum), Suhaimi SP menegaskan segala bentuk tindakan yang mengganggu keamanan, kenyamanan dan ketertiban pengunjung tidak boleh lagi terjadi di Bukit Lamreh.

“Persoalan yang berpotensi mengganggu ketertiban, kenyamanan, dan keamanan pengunjung tidak boleh terulang lagi. Bukit Lamreh merupakan aset wisata Aceh Besar yang harus dijaga bersama,” ujar Suhaimi, Kamis (18/6/2026).

Baca Juga:  FASI 2026 Dibuka, Illiza: Bentengi Generasi Qurani di Tengah Tantangan Era Digital

Menurutnya, pengelolaan objek wisata harus dilakukan secara profesional dan sesuai aturan yang berlaku.

Keberadaan oknum yang melakukan pungli maupun tindakan pemerasan tidak hanya merugikan wisatawan, tetapi juga berdampak langsung terhadap reputasi sektor pariwisata Aceh Besar yang sedang berkembang.

Ia menekankan bahwa keamanan dan kenyamanan wisatawan merupakan faktor utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap destinasi wisata. Karena itu, pengawasan di kawasan Bukit Lamreh akan diperkuat melalui sinergi antara pemerintah kecamatan, aparatur gampong, tokoh masyarakat, serta instansi terkait lainnya.

“Seluruh pihak harus memiliki komitmen yang sama dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan kawasan wisata. Jangan sampai ada tindakan yang merugikan pengunjung maupun mencoreng nama baik Aceh Besar sebagai daerah tujuan wisata,” tegasnya.

Kasus pungli yang mencuat di Bukit Lamreh sebelumnya menuai reaksi dari masyarakat dan warganet. Banyak pihak menilai praktik semacam itu dapat mengurangi minat wisatawan untuk berkunjung, bahkan berpotensi merusak citra Aceh sebagai daerah yang tengah berupaya mengembangkan sektor pariwisata berbasis alam dan budaya.

Baca Juga:  Adu Kecepatan Sepeda Motor Berujung Maut, Satu Pelajar Tewas di Lampulo

Bukit Lamreh sendiri merupakan salah satu destinasi favorit di Aceh Besar yang menawarkan panorama laut lepas, perbukitan hijau, serta pemandangan matahari terbit yang menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.

Suhaimi berharap hasil koordinasi yang telah dilakukan dapat memperkuat sistem pengawasan di lapangan dan mencegah munculnya kembali praktik-praktik yang merugikan pengunjung.

“Kami berharap sinergi yang telah dibangun dapat memperkuat pengawasan di Bukit Lamreh maupun objek wisata lainnya di Aceh Besar, sehingga masyarakat dan wisatawan merasa aman dan nyaman saat berkunjung,” pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pengembangan pariwisata tidak hanya membutuhkan promosi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga komitmen kuat untuk memberantas praktik pungli dan premanisme yang dapat merusak kepercayaan wisatawan serta menghambat pertumbuhan ekonomi daerah.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait