Umum

Gedung Megah Bappeda Sabang Kibarkan “Bendera Polandia”, Kepekaan Pegawai Dipertanyakan

Sabang, Infoaceh.net – Gedung megah yang menjadi salah satu kebanggaan Pemerintah Kota Sabang ternyata tak luput dari kekhilafan.

Bukan soal bangunannya, melainkan sesuatu yang justru paling mudah terlihat oleh siapa pun yang melintas.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Tiang bendera yang berdiri gagah di halaman kantor itu justru mengibarkan kain yang bukan menyerupai Bendera Merah Putih sebagai lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), melainkan tampak seperti Bendera Polandia, dengan susunan warna putih di bagian atas dan merah di bagian bawah.

Sebagai kantor instansi pemerintah, pengibaran bendera negara seharusnya bukan sekadar rutinitas, melainkan simbol penghormatan terhadap negara.

Lazimnya, bendera telah berkibar sejak pukul 07.00 WIB atau paling lambat pukul 08.00 WIB.

Namun pada Kamis (2/7/2026), sejak pagi “bendera negara asing” tersebut justru berkibar bebas di sebuah kantor pemerintahan yang berada di kawasan Tanjakan Cot Ba’ U, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang daerah yang selama ini dikenal sebagai titik awal Indonesia.

Baca Juga:  Ketua Komisi VI DPRA Minta Usut Meninggalnya Mahasiswa Poltekpel Malahayati

Setelah ditelusuri, gedung megah tersebut ternyata merupakan kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sabang, instansi yang memiliki peran strategis dalam menyusun arah pembangunan serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Ironisnya, kekeliruan itu baru dilaporkan kepada petugas sekitar pukul 10.30 WIB.

Artinya, bendera yang terpasang terbalik tersebut telah berkibar selama berjam-jam tanpa disadari oleh para aparatur yang keluar masuk dan berkantor di gedung itu.

Kondisi ini pun memunculkan pertanyaan. Seberapa besar kepedulian para pegawai terhadap simbol negara?

Baca Juga:  Mahasiswa KPI STAIN Meulaboh Tuntut Penanganan Dugaan Kekerasan Seksual di Kampus

Atau sesibuk apa aktivitas di dalam kantor hingga benda yang berdiri tegak di halaman depan luput dari perhatian?

Bahkan, apakah tidak ada satu pun pasang mata, termasuk pimpinan Bappeda, yang menyadari bahwa yang berkibar sejak pagi bukan lagi Merah Putih sebagaimana mestinya?

Peristiwa ini tentu bukan semata-mata persoalan selembar kain yang terbalik. Di lingkungan pemerintahan, hal tersebut menyangkut ketelitian, kedisiplinan, serta penghormatan terhadap simbol negara.

Terlebih terjadi di Kota Sabang yang selama ini dikenal sebagai beranda paling barat Indonesia.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Bappeda Kota Sabang maupun Pemerintah Kota Sabang terkait peristiwa tersebut.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait