Ekonomi

Lima Tahun Berdiri, BSI Kini Miliki 24 Juta Nasabah

Jakarta, Infoaceh.net – Bank Syariah Indonesia (BSI) terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sejak resmi berdiri pada 2021.

Memasuki usia lima tahun, bank syariah terbesar di Indonesia itu kini telah melayani sekitar 24 juta nasabah dari berbagai segmen masyarakat. Pencapaian tersebut didorong oleh strategi transformasi layanan yang menempatkan pengalaman pelanggan (customer experience) sebagai prioritas utama di tengah pesatnya perkembangan era digital.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Senior Executive Vice President (SEVP) Operations BSI, Ana Nurul Khayati, mengatakan persaingan industri perbankan saat ini telah mengalami perubahan mendasar.

Jika sebelumnya bank bersaing melalui produk dan suku bunga, kini keberhasilan sebuah institusi keuangan lebih ditentukan oleh kemampuannya menghadirkan layanan yang memberikan pengalaman terbaik kepada nasabah.

Menurutnya, BSI terus mengembangkan komitmen “Melayani Sepenuh Hati” sebagai visi utama dalam membangun pengalaman pelanggan yang unggul sekaligus menghadirkan layanan yang semakin inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Persaingan kini bukan lagi sekadar tentang produk, melainkan tentang bagaimana sebuah bank mampu menghadirkan pengalaman terbaik bagi pelanggan. Karena itu, kami terus mengembangkan layanan yang membuat nasabah merasa nyaman, dihargai, dan dimudahkan,” ujar Ana dalam keterangannya, Selasa (14/7/2026).

Ana menjelaskan, kehadiran BSI lima tahun lalu menjadi tonggak penting dalam perkembangan industri perbankan syariah nasional. Sebagai hasil penggabungan tiga bank syariah milik Himbara, BSI hadir dengan misi memperkuat industri keuangan syariah sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi nasional.

Indonesia sendiri memiliki sekitar 231 juta penduduk muslim, terbesar di dunia. Namun demikian, pangsa pasar perbankan syariah nasional hingga kini masih berada di kisaran 8 hingga 9 persen.

Baca Juga:  Seluruh Desa Sudah Berlistrik, PLN Aceh Kejar Target Elektrifikasi 100 Persen

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ruang pertumbuhan industri perbankan syariah masih sangat besar.

Karena itu, BSI terus berupaya memperluas jangkauan layanan agar tidak hanya menjadi pilihan masyarakat yang menginginkan layanan berbasis syariah, tetapi juga menjadi bank pilihan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Strategi tersebut terbukti membuahkan hasil. Hingga Maret 2026, jumlah nasabah BSI telah mencapai 24 juta orang dengan komposisi yang semakin beragam, mulai dari pelaku usaha, profesional, generasi muda, hingga masyarakat umum dari berbagai latar belakang.

Pertumbuhan tersebut juga menunjukkan bahwa nilai-nilai syariah yang dipadukan dengan layanan modern mampu diterima secara luas oleh masyarakat.

Selain memperkuat layanan digital, BSI juga memastikan seluruh layanan dapat diakses secara inklusif.

Perusahaan menghadirkan berbagai fasilitas bagi penyandang disabilitas di seluruh kantor cabang, seperti jalur landai permanen maupun portabel, toilet khusus difabel, area parkir khusus, kursi roda, kartu antrean, ruang tunggu yang ramah disabilitas, hingga penanda lantai (floor sign) untuk memudahkan mobilitas nasabah.

“Komitmen kami adalah memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses layanan perbankan yang nyaman tanpa terkecuali,” kata Ana.

Untuk menjaga kualitas layanan, BSI membangun transformasi berbasis empat pilar utama, yakni Brand, People, Process, dan Tech.

Pilar Brand diarahkan untuk membangun citra layanan yang unggul dan konsisten pada setiap titik interaksi dengan nasabah. Pilar People difokuskan pada penguatan sumber daya manusia agar mampu melayani dengan empati, integritas, profesionalisme, dan kebanggaan sebagai insan BSI.

Sementara itu, pilar Process memastikan seluruh proses pelayanan berlangsung sederhana, cepat, andal, serta mampu memenuhi harapan nasabah.

Baca Juga:  Serap Aspirasi Warga, Solusi Bangun Andalas Evaluasi Program CSR di Lhoknga-Leupung

Adapun pilar Tech mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital guna menghadirkan layanan yang inovatif, aman, dan mudah diakses kapan saja.

Keempat pilar tersebut dijalankan melalui budaya kerja EMAS, yakni Empati, Melayani, Antusias, dan Sepenuh Hati, yang menjadi pedoman seluruh insan BSI dalam memberikan pelayanan kepada nasabah.

Transformasi layanan yang dilakukan BSI mendapat pengakuan di tingkat nasional. Pada ajang Bank Service Excellence Monitor (BSEM) 2026, BSI berhasil meraih predikat Top 2 National Service Excellence, sebuah pencapaian yang menunjukkan kualitas layanan BSI semakin kompetitif di industri perbankan nasional.

Tidak hanya itu, BSI juga berhasil menempati peringkat pertama kategori Walk-in Channel, yang menilai kualitas layanan di kantor cabang, serta peringkat kedua kategori Best Customer Experience.

Prestasi tersebut menandai peningkatan posisi BSI dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kini, BSI tidak lagi hanya bersaing dengan bank-bank syariah, tetapi juga telah mampu berkompetisi secara langsung dengan bank-bank konvensional terbesar di Indonesia dalam hal kualitas pelayanan.

Ana menegaskan bahwa masa depan industri perbankan syariah sangat bergantung pada kemampuannya menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

Menurutnya, bank syariah harus mampu memberikan pengalaman yang membuat setiap nasabah merasa dihargai, dipahami, dan memperoleh kemudahan dalam setiap transaksi.

“Ketika layanan kita mampu membuat setiap orang merasa dihargai, dipahami, dan dimudahkan, maka kita tidak lagi hanya menjadi pilihan bagi nasabah syariah. Kita akan menjadi bank pilihan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tutup Ana.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait