Ekonomi

Dari Ruang Pelatihan ke Pasar, Illiza Ingin UMKM Banda Aceh Makin Kompetitif

Banda Aceh, Infoaceh.net – Pemerintah Kota Banda Aceh mulai mengarahkan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ke sektor ekonomi kreatif berbasis budaya.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah mendorong lahirnya pelaku usaha baru melalui Pelatihan Bordir Kreatif Berbasis Wastra Aceh yang digelar di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda Aceh.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, meninjau langsung pelatihan tersebut dan menegaskan bahwa keterampilan tidak boleh berhenti sebagai kemampuan teknis semata. Menurutnya, setiap peserta harus mampu mengubah keterampilan menjadi peluang usaha yang menghasilkan nilai ekonomi.

“Bordir berbasis wastra Aceh memiliki identitas yang kuat. Jika dikembangkan secara profesional, produk ini bukan hanya diminati di Aceh, tetapi juga berpeluang menembus pasar nasional bahkan internasional,” ujar Illiza.

Baca Juga:  Pedagang Tolak Jalan Teungku Chik Pante Kulu Ditutup untuk Dijadikan Tempat Kuliner

Ia mengatakan, pengembangan UMKM tidak cukup hanya mengandalkan bantuan permodalan. Yang lebih penting adalah membangun kapasitas sumber daya manusia agar mampu menghasilkan produk berkualitas, memiliki ciri khas, dan mampu bersaing di tengah derasnya arus produk dari luar daerah.

Menurut Illiza, kekayaan motif dan warisan budaya Aceh merupakan aset ekonomi yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Karena itu, pelatihan berbasis wastra dinilai menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus menjaga kelestarian budaya.

Dalam kesempatan tersebut, Illiza juga berdialog dengan para peserta dan instruktur mengenai proses pelatihan, teknik produksi, hingga peluang pemasaran produk. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat menjadi bekal untuk membangun usaha mandiri dan membuka lapangan kerja baru.

Baca Juga:  LPS Sosialisasikan Peran Strategis dalam Menjaga Kepercayaan Masyarakat

Pemerintah Kota Banda Aceh, lanjutnya, terus mendorong kolaborasi dengan berbagai lembaga pelatihan dan dunia usaha guna memperkuat ekosistem UMKM.

Sinergi tersebut dinilai penting agar pelaku usaha tidak hanya memiliki keterampilan produksi, tetapi juga memahami strategi pemasaran, digitalisasi usaha, hingga pengembangan merek.

Melalui pelatihan ini, pemerintah berharap semakin banyak UMKM yang mampu menghasilkan produk bordir berkualitas dengan sentuhan khas wastra Aceh.

Selain meningkatkan pendapatan masyarakat, langkah tersebut juga diharapkan memperkuat posisi Banda Aceh sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif berbasis budaya di Aceh.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait