Banda Aceh, Infoaceh.net — Pemerintah Aceh mengusulkan Dana Siap Pakai (DSP) sebesar Rp146 miliar kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang seluruhnya dialokasikan untuk kegiatan pembersihan wilayah terdampak bencana banjir bandang dan longsor.
Dana tersebut direncanakan digunakan untuk pengadaan alat berat serta pelaksanaan program cash for work yang melibatkan langsung masyarakat setempat.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir Syamaun, saat mengikuti Rapat Koordinasi Lanjutan Persiapan Langkah-Langkah Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting di Ruang Rapat Sekda Aceh, Kamis (8/1/2026).
Rapat lintas kementerian dan lembaga tersebut dipimpin oleh Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Infrastruktur, Nazib Faizal, serta diikuti perwakilan Kementerian PUPR, ATR/BPN, Perhubungan, Transmigrasi, PKP, PMK, dan seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) terkait.
Sekda Aceh menilai, pendekatan pembersihan wilayah melalui skema cash for work tidak hanya mempercepat pemulihan fisik pascabencana, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat terdampak.
“Program cash for work ini sangat membantu. Selain mempercepat pembersihan lingkungan, masyarakat juga memperoleh penghasilan sehingga roda ekonomi lokal dapat kembali bergerak,” ujar M. Nasir.
Selain pengusulan DSP, Sekda Aceh juga menyampaikan, Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) akan dimanfaatkan apabila dilakukan perpanjangan masa tanggap darurat di sejumlah kabupaten/kota terdampak.
Penggunaan BTT tersebut difokuskan pada kebutuhan mendesak masyarakat, terutama pemenuhan logistik dan pembersihan lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Aceh menekankan pentingnya koordinasi yang solid antara kementerian/lembaga dengan Pemerintah Aceh dalam setiap kunjungan maupun pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Menurutnya, koordinasi yang baik, termasuk keselarasan data, sangat penting agar penanganan pascabencana tidak tumpang tindih dan benar-benar tepat sasaran.
Menanggapi hal tersebut, Deputi Kemenko Infrastruktur Nazib Faizal menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti seluruh masukan dari Pemerintah Aceh.
Ia menegaskan kepada seluruh kementerian dan lembaga agar setiap kegiatan di wilayah terdampak selalu berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, termasuk dalam pengelolaan material sisa bencana, guna menghindari misinformasi dan meningkatkan efektivitas penanganan.
Sekda Aceh menyampaikan perkembangan terbaru terkait proses rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana.
Ia menjelaskan saat ini Pemerintah Aceh tengah menyusun Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) yang telah memasuki tahap desk bersama pemerintah kabupaten/kota untuk proses verifikasi dan validasi data.
“Penyusunan R3P masih terus berjalan. Kendala utama saat ini adalah data rumah rusak ringan dan rusak sedang yang dinamis, karena jumlahnya bisa berubah setiap hari, baik bertambah maupun berkurang,” jelas M. Nasir.
Selain itu, Sekda Aceh turut menyampaikan aspirasi dan keluhan dari pemerintah kabupaten/kota, khususnya terkait sulitnya proses relokasi untuk pembangunan hunian tetap (huntap).
Keterbatasan lahan menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan relokasi tersebut.
“Relokasi menjadi persoalan besar karena keterbatasan lahan dan sulitnya mencari lokasi yang luas. Jika memungkinkan dan dinilai aman, pembangunan hunian sementara maupun hunian tetap sebaiknya dapat dilakukan di lahan milik masyarakat di lokasi yang sama,” pungkasnya.

Pemerintah Aceh Usulkan Rp146 Miliar ke BNPB untuk Bersihkan Wilayah Bencana
Artikel Terkait
Masyarakat Aceh Siap-siap Banjir Lagi: Oktober-Desember 2026 Curah…
Banda Aceh, Infoaceh.net – Masyarakat di seluruh wilayah Aceh diminta meningkatkan…
Jembatan Permanen Kutablang Bireuen Resmi Dibuka, Akhiri Macet Panjang…
Bireuen, Infoaceh.net – Jembatan baru Krueng Tingkeum yang lebih dikenal sebagai Jembatan…
Aceh Peringkat Empat MTQ Nasional 2026, Raih 99 Poin dan Ukir Prestasi…
SEMARANG, Infoaceh.net — Kafilah Aceh berhasil menempati peringkat keempat pada Musabaqah…
Pemekaran Provinsi Barsela Peluang Pemerataan dan Percepatan…
BANDA ACEH, Infoaceh.net – Pemekaran wilayah Barat Selatan Aceh (Barsela) kembali mencuat…
Aceh Ukir Sejarah Juara 1 Fahmil Qur’an Nasional di MTQN 2026 Semarang
Banda Aceh, Infoaceh.net – Prestasi bersejarah ditorehkan kafilah Aceh pada Musabaqah…
Kesaksian Korban terhadap Penanganan Bencana Aceh: 3 Hari Terjebak di…
JAKARTA, Infoaceh.net — Kesaksian korban bencana banjir bandang dan longsor di Aceh…
Curah Hujan Meningkat, Mualem Minta Bupati/Wali Kota se-Aceh Siap…
BANDA ACEH, Infoaceh.net – Intensitas curah hujan diprediksi meningkat selama tiga bulan…
Nasir Djamil: Penyelesaian Status Tanah Blang Padang Harus Tuntas…
JAKARTA, Infoaceh.net — Status tanah wakaf Lapangan Blang Padang, Banda Aceh hingga saat…
Bupati Aceh Timur Larang Celana Pendek dan Permainan Domino,…
IDI RAYEUK, Infoaceh.net – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur secara resmi memperketat…
Sentralisasi Dana Bencana di Pusat Dipertanyakan: Rakyat Aceh Butuh…
BANDA ACEH, Infoaceh.net — Anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon)…
Integrasi RSUDZA-RSJ Aceh, Jalan Syarief Thayeb Ditutup dan Dialihkan…
● 9.096 Meter Lahan Warga Terdampak Akan Dibebaskan BANDA ACEH, Infoaceh.net — Rencana…
Wali Nanggroe Ingatkan Polemik Tanah Blang Padang Jangan Ganggu…
BANDA ACEH, Infoaceh.net — Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al-Haythar mengingatkan seluruh…

















