Syariah

Ramadhan Berlalu, Konsistensi Ibadah Harus Tetap Terjaga

Banda Aceh, Infoaceh.net — Meski bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah telah berlalu, semangat beribadah umat Islam tidak boleh ikut surut.

Memasuki bulan Syawal, justru menjadi momentum penting untuk menjaga bahkan meningkatkan kualitas keimanan melalui konsistensi dalam beribadah.

Hal tersebut disampaikan Imam Masjid Syekh Abdur Rauf Blang Oi Banda Aceh, Tgk Didi Wahyudi SPdI MA, dalam khutbah Jum’at di Masjid Taqwa Gampong Lhong Raya, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh, Jum’at (27/3/2026).

Dalam khutbahnya, Tgk Didi menekankan istiqamah atau keteguhan dalam menjalankan kebaikan merupakan kunci utama meraih derajat takwa.

Ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Ahqaf ayat 13, yang menyebutkan bahwa orang-orang yang istiqamah tidak akan diliputi rasa takut maupun kesedihan.

Baca Juga:  Plt. Sekda Lepas 81 Orang Kafilah Aceh Ikuti MTQ ke-31 Tingkat Nasional

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesinambungan amal ibadah, meskipun dilakukan dalam jumlah kecil.

Mengutip hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, ia menyebutkan bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit.

Dalam kehidupan sehari-hari, umat Islam diajak untuk tetap menjaga shalat fardhu lima waktu secara berjamaah, sebagaimana kebiasaan selama Ramadhan.

Amalan sunnah seperti shalat rawatib, tahajud, witir, dhuha, serta dzikir pagi dan petang juga diharapkan terus diamalkan.

“Masjid yang ramai di bulan Ramadhan jangan sampai kembali sepi. Jadikan rumah Allah ini tetap hidup dengan ibadah dan lantunan ayat suci Al-Qur’an,” pesannya.

Ia juga menyinggung keutamaan puasa enam hari di bulan Syawal yang pahalanya setara dengan berpuasa selama satu tahun penuh.

Baca Juga:  Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi II Digelar di Banda Aceh 9–11 Oktober 

Umat Islam didorong untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai kelanjutan ibadah pasca-Ramadhan.

Tak hanya ibadah ritual, Tgk Didi turut menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai sosial seperti bersedekah, membantu fakir miskin, dan peduli terhadap anak yatim.

Menurutnya, semangat kepedulian yang tumbuh selama Ramadhan harus terus dipelihara dalam kehidupan sehari-hari.

Menutup khutbahnya, ia mengajak umat Islam menjaga lisan dan perilaku, serta menjauhi perkataan dusta, caci maki, dan hal-hal yang tidak bermanfaat.

“Ramadhan adalah titik awal perubahan. Kehidupan dunia hanya sementara, sementara perjalanan menuju akhirat membutuhkan bekal ketakwaan,” pungkasnya. (Sayed M. Husen)

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait