Syariah

Dakwah Kewajiban Setiap Muslim, Kerap Hadapi Ancaman dan Penolakan 

Aceh Besar, Infoaceh.net — Dakwah merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang telah baligh dan berakal sesuai dengan kemampuannya.

Namun demikian, di balik kewajiban tersebut, tersimpan konsekuensi yang tidak ringan, karena dakwah selalu berjalan beriringan dengan ujian dan penolakan.

Pengamat Sosial Kepemudaan di Islamic Civilization In Malay Archipelago Forum (ICOMAF), Tgk Hadi Irfandi SPd menyampaikan hal itu dalam khutbah Jum’at di Masjid Baitul ‘Adhim Kemukiman Aneuk Batee, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar, pada 1 Mei 2026 bertepatan 13 Dzulqaidah 1447 Hijriah.

Selanjutnya ia menguraikan, dakwah adalah aktivitas mulia yang telah menjadi jalan para nabi dan rasul. Dakwah tidak sekadar menyampaikan ajaran, tetapi mengubah kondisi manusia dari keburukan menuju kebaikan.

Karena itu, dalam praktiknya, dakwah tidak pernah lepas dari respons beragam, mulai dari penerimaan hingga penolakan.

Baca Juga:  Mobil Klinik FDP Mulai Antar-Jemput Pasien RSUDZA, Prioritaskan Warga Terkendala Transportasi

Ia juga menjelaskan, sejarah para nabi menunjukkan bahwa ujian adalah bagian dari perjalanan dakwah.

Tekanan, ancaman, hingga penolakan masyarakat menjadi hal yang tidak terpisahkan. Begitu pula yang dialami Nabi Muhammad, yang menghadapi berbagai upaya penghentian dakwah, baik melalui pendekatan halus seperti bujukan harta dan kekuasaan, maupun tekanan berupa penyebaran opini negatif (fitnah, hoax) hingga pemboikotan terhadap para pengikutnya.

Menurut Tgk Hadi Irfandi, berbagai bentuk penentangan tersebut tidak selalu melemahkan dakwah.

Dalam banyak keadaan, justru memperluas penyebaran ajaran Islam, karena semakin banyak orang mengenal pesan yang disampaikan.

“Dakwah harus terus berjalan dan tidak boleh terhenti. Dakwah menjadi sarana bagi manusia untuk mengenal ajaran Allah, memahami batas antara yang benar dan yang salah, serta memperbaiki kehidupan secara menyeluruh,” tegasnya.

Baca Juga:  Akibat Bakar Jerami, Api Menjalar Hanguskan 5 Hektare Sawah di Aceh Besar

Pada bagian lain khutbahnya, ia menguraikan, terdapat tiga sikap utama yang harus dimiliki pengemban dakwah.

Pertama ikhlas, yaitu menjalankan dakwah semata karena Allah.

Kedua sabar, karena perjalanan dakwah akan dihadapkan pada berbagai kesulitan.

Ketiga tetap teguh dalam menjalankan kebenaran, tanpa mudah berubah arah meskipun menghadapi tekanan.

“Dakwah bukan aktivitas sesaat, melainkan tanggung jawab yang harus dijalankan secara terus-menerus,” ungkap Sarjana Pendidikan Agama Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh itu.

Ia mengharapkan, umat Islam mestinya memahami dakwah merupakan bagian dari tanggung jawab setiap muslim, sekaligus menyadari bahwa jalan tersebut menuntut kesiapan menghadapi berbagai ujian dan tantangan yang akan datang.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait