Banda Aceh, Infoaceh.net — Realisasi sejumlah paket pengadaan di lingkungan Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh tahun anggaran 2026 mulai berjalan.
Nilai belanja yang mencakup kegiatan fisik, publikasi, sosialisasi hingga pelatihan tercatat mencapai lebih dari Rp1 miliar.
Berdasarkan data realisasi pengadaan, anggaran tersebut tersebar pada sejumlah program mulai dari pembangunan fasilitas ibadah, kegiatan penguatan Syariat Islam, pelatihan aparatur hingga publikasi informasi.
Salah satu paket dengan nilai terbesar yakni pembangunan Kubah Masjid At-Tauhid Gampong Geuceu Iniem senilai Rp480 juta yang saat ini tercatat masih dalam status berlangsung.
Selain itu terdapat lanjutan pembangunan ruang serbaguna Mushalla Barrurrahman Dusun E Beurawe, Kota Banda Aceh, dengan nilai Rp460 juta.
Pada kegiatan nonfisik, paket publikasi informasi Syariat Islam melalui media online tercatat senilai Rp99,3 juta dengan penyedia Media Pos Aceh.
Sementara kegiatan publikasi dan sosialisasi penguatan Syariat Islam melalui media luar ruang mencapai Rp199,7 juta yang dikerjakan Monara Grafika.
Program peningkatan kapasitas juga mulai dijalankan, di antaranya pelatihan dakwah digital senilai Rp99,9 juta melalui penyedia Ceudahate Creative serta pelatihan Muhatasib Gampong senilai Rp149,7 juta melalui penyedia Tati Pratama.
Seluruh paket tersebut bersumber dari APBK dan APBK Perubahan Tahun Anggaran 2026 dengan sebagian besar masih berada pada tahapan pelaksanaan.
Menanggapi data tersebut, Kepala Bidang Pengembangan Syariah Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, Wirzaini Usman, S.HI., M.I.Kom, saat dikonfirmasi Infoaceh.net menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi internal terkait materi pemberitaan.
“Sudah kami koordinasi, jangan dimuat dulu,” kata Wirzaini kepada Infoaceh.net.
Dalam komunikasi tersebut, Wirzaini juga mengajak wartawan Infoaceh.net untuk bertemu dan berdiskusi lebih lanjut guna memberikan penjelasan terkait pelaksanaan program serta penggunaan anggaran yang sedang berjalan.
Redaksi Infoaceh.net menyatakan tetap membuka ruang klarifikasi, hak jawab, dan penjelasan lanjutan dari pihak Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh agar informasi yang disampaikan kepada publik berlangsung secara berimbang sesuai prinsip jurnalistik.
Besaran anggaran pada sektor publikasi, pelatihan dan pembangunan fasilitas keagamaan ini diperkirakan akan menjadi perhatian masyarakat, terutama terkait efektivitas program, output kegiatan, serta dampak langsung terhadap pelayanan dan pembinaan masyarakat di Kota Banda Aceh.


















