Komunitas

Empat Calon Rektor ISBI Aceh Paparkan Visi-Misi

JANTHO, Infoaceh.net – Empat calon Rektor Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh periode 2026-2030 memaparkan visi dan misi di hadapan civitas akademika dan sejumlah pemangku kepentingan di Auditorium ISBI Aceh, Kota Jantho, Senin (21/9/2026).

Pemaparan visi dan misi tersebut menjadi salah satu tahapan dalam proses pemilihan Rektor ISBI Aceh untuk periode 2026-2030.

Keempat calon rektor menyampaikan gagasan dan arah pengembangan yang akan menjadi landasan kepemimpinan mereka apabila terpilih memimpin ISBI Aceh.

Dalam proses pemilihan Rektor ISBI Aceh periode 2026-2030 tersebut, terdapat empat nama yang mengikuti tahapan pemaparan visi dan misi. Keempat calon tersebut yakni:

1. Dr Effendi Hasan MA (mantan Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP Universitas Syiah Kuala (USK).

2. Dr Ir Tarmizi ST MSc IPM ASEAN Eng (Ketua Departemen Teknik Elektro dan Komputer USK).

3. Dr Ir Mhd Ikhsan Sulaiman STP MSc IPU ASEAN Eng (Wakil Direktur Akademik Sekolah Pascasarjana USK).

4. Dr Ir Marwan SSi MT (Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Umum ISBI Aceh).

Keempat kandidat tersebut selanjutnya akan mengikuti tahapan pemilihan sesuai mekanisme yang berlaku di ISBI Aceh.

Pemaparan visi dan misi menjadi momentum bagi masing-masing calon untuk menyampaikan gagasan mengenai arah pengembangan ISBI Aceh dalam empat tahun mendatang, termasuk terkait penguatan akademik, kelembagaan, seni, budaya, serta hubungan perguruan tinggi dengan masyarakat.

Baca Juga:  Bupati Aceh Besar Lantik 8 Pejabat Eselon II, Ini Daftar Namanya

Dengan proses tersebut, pemilihan Rektor ISBI Aceh periode 2026-2030 diharapkan dapat menghasilkan pimpinan yang mampu membawa kampus seni dan budaya tersebut berkembang secara akademik sekaligus semakin berkontribusi terhadap pelestarian dan pengembangan kebudayaan Aceh.

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar turut memberikan perhatian terhadap proses tersebut. Bupati Aceh Besar diwakili Asisten II Sekda Aceh Besar M Ali, berharap rektor terpilih nantinya mampu memperkuat posisi ISBI Aceh sebagai institusi pendidikan tinggi yang berperan dalam pengembangan pendidikan, seni, dan budaya.

M Ali mengatakan, ISBI Aceh memiliki posisi strategis dalam menjaga sekaligus mengembangkan kekayaan seni dan budaya Aceh melalui pendidikan tinggi.

“Harapan kami, rektor terpilih nantinya mampu memperkuat peran ISBI Aceh dalam meningkatkan kualitas pendidikan seni dan budaya, serta menghasilkan lulusan yang berkompeten dan mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah,” ujar M Ali saat menghadiri pemaparan visi dan misi para calon rektor.

Menurutnya, penguatan kualitas akademik dan kelembagaan menjadi bagian penting yang perlu mendapatkan perhatian dari pimpinan ISBI Aceh ke depan.

Selain meningkatkan mutu pendidikan, ISBI Aceh juga diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi dalam pengembangan seni dan budaya, sehingga perguruan tinggi tersebut tidak hanya menjadi tempat pendidikan formal, tetapi juga pusat pengembangan kreativitas dan kebudayaan.

M Ali mengatakan, ISBI Aceh memiliki peluang besar untuk mengambil peran lebih luas dalam pelestarian seni dan budaya Aceh. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui pengembangan program akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun berbagai kegiatan seni dan kebudayaan.

Baca Juga:  Pergantian Sekda Aceh Dinilai Langkah Berani Presiden Akhiri Kebuntuan Birokrasi

Ia juga berharap kampus tersebut terus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas dan potensi mereka di bidang seni.

“ISBI Aceh diharapkan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak, sehingga pengembangan seni dan budaya Aceh dapat dilakukan secara berkelanjutan,” katanya.

Menurut M Ali, kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah juga penting untuk memastikan berbagai program pengembangan seni dan budaya dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Kolaborasi tersebut, lanjutnya, dapat diarahkan pada pengembangan seni budaya lokal, pendidikan, pelestarian kebudayaan, serta penyelenggaraan berbagai kegiatan kebudayaan yang melibatkan masyarakat.

Ia menilai keberadaan ISBI Aceh di Kota Jantho juga memiliki arti strategis bagi Aceh Besar. Perguruan tinggi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu motor penggerak pengembangan ekosistem seni dan budaya di daerah.

Karena itu, Pemkab Aceh Besar berharap kepemimpinan ISBI Aceh periode 2026-2030 dapat memperkuat hubungan antara kampus dengan pemerintah daerah, pelaku seni, komunitas budaya, serta masyarakat.

“Harapan kami, seluruh tahapan pemilihan rektor berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin yang memiliki visi jelas untuk membawa ISBI Aceh semakin maju, sekaligus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan seni dan budaya di Aceh, khususnya Aceh Besar,” pungkasnya.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Beri Komentar

Artikel Terkait