Aceh

Wamendikti Saintek: USK Harus Jadi Pusat Solusi Persoalan Masyarakat Aceh

Banda Aceh, Infoaceh.net – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Wamendikti Saintek) Prof Dr Fauzan MPd menegaskan perguruan tinggi harus menjadi pusat pengembangan pengetahuan sekaligus solusi atas berbagai persoalan sosial di masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Prof Fauzan saat memberikan orasi ilmiah pada Sidang Terbuka Senat Akademik Universitas dalam rangka peringatan Milad ke-65 Universitas Syiah Kuala (USK) di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Senin (12/10/2026).

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Menurut Fauzan, konsep Kampus Berdampak mengharuskan perguruan tinggi menjadi bagian integral dari kehidupan sosial dan pembangunan.

Karena itu, kampus perlu membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia industri, dan berbagai unsur masyarakat untuk menjawab kebutuhan nyata.

“Dengan demikian, kehadiran perguruan tinggi di mana pun, termasuk Universitas Syiah Kuala, harus menjadi pusat pengembangan pengetahuan sekaligus pusat pemberian solusi atas berbagai persoalan sosial,” ujarnya.

Fauzan hadir dalam puncak peringatan Milad ke-65 USK sebagai Dies Reader. Kegiatan tersebut turut dihadiri Rektor USK Prof Mirza Tabrani serta Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USK Dr Safrizal ZA MSi.

Dalam kesempatan itu, Rektor USK menyampaikan laporan perkembangan universitas yang terus memperkuat reputasi akademik dan riset di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus meningkatkan kontribusi bagi masyarakat.

Baca Juga:  Aceh Ukir Sejarah Juara 1 Fahmil Qur’an Nasional di MTQN 2026 Semarang

Mirza mengatakan USK berhasil mempertahankan akreditasi institusi Unggul. Sebanyak 90 program studi atau 54,54 persen dari keseluruhan program studi telah memperoleh akreditasi Unggul/A, sedangkan 19 program studi lainnya telah terakreditasi internasional.

Pengakuan terhadap kualitas riset USK juga terlihat dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) World University Rankings. Kualitas riset USK disebut berada di peringkat keenam nasional dan peringkat pertama di Sumatera. Selain itu, lima peneliti USK berhasil masuk kelompok dua persen ilmuwan teratas dunia pada tahun ini.

“Bagi USK, peringkat ini bukanlah tujuan akhir. Sebab, reputasi global harus terus kita bangun dengan kualitas pendidikan yang semakin baik, riset yang semakin bermutu dan berdampak,” ujar Mirza.

Ia menegaskan, keberhasilan perguruan tinggi tidak cukup diukur melalui akreditasi, prestasi akademik, maupun posisi dalam pemeringkatan internasional.

Kampus juga harus mampu menghadirkan manfaat langsung melalui ilmu pengetahuan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Komitmen tersebut, lanjutnya, terlihat ketika bencana banjir melanda Aceh. USK membentuk Satgas Respons Senyar Aceh untuk membantu masyarakat terdampak.

Baca Juga:  Aceh Peringkat Empat MTQ Nasional 2026, Raih 99 Poin dan Ukir Prestasi Bersejarah di Semarang

Melalui satuan tugas tersebut, USK mengerahkan 556 tenaga medis dan relawan serta 1.387 mahasiswa dan dosen untuk memberikan pelayanan kesehatan, menyalurkan bantuan kemanusiaan, melakukan pendampingan psikososial, dan mendukung pemulihan masyarakat.

Dukungan sivitas akademika dan masyarakat melalui Rumah Amal serta Satgas USK juga berhasil menghimpun donasi sebesar Rp3,47 miliar.

“USK tidak hanya menghasilkan ilmu pengetahuan, tetapi hadir melalui kepakaran, pengabdian, inovasi, dan solidaritas untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

Usai menyampaikan orasi ilmiah, Fauzan bersama rombongan mengunjungi Pusat Riset Kebencanaan USK atau Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC).

Dalam kunjungan tersebut, Fauzan mengapresiasi peran TDMRC dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana di masyarakat.

Kunjungan itu sekaligus menegaskan pentingnya peran riset perguruan tinggi dalam menghasilkan pengetahuan dan solusi yang dapat diterapkan untuk menghadapi berbagai tantangan, termasuk risiko bencana alam di Aceh.

Memasuki usia ke-65 tahun, USK diharapkan terus memperkuat kualitas pendidikan, riset dan inovasi sekaligus memperluas kolaborasi dengan pemerintah, dunia industri, serta masyarakat agar keberadaan kampus semakin memberikan dampak nyata bagi pembangunan Aceh dan Indonesia.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Beri Komentar

Artikel Terkait