Umum

Universitas Syiah Kuala Jajaki Kerja Sama Bangun Agripark di Aceh

BANDA ACEH — Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh menerima kunjungan PT Calypte Holding. Dalam pertemuan di Ruang Rektor kampus setempat, kedua pihak menjajaki kerja sama di beberapa hal. Salah satunya, terkait pertanian dengan membangun Agripark.

“Aceh punya potensi pertanian yang cukup besar sekali. Kita coba menawarkan kembangkan di Aceh, sebagai daerah yang dalam sejarah dikenal sebagai penghasil komoditas berkualitas,” kata Chief Executive Officer (CEO) Calypte Holding, Iskandar Ismail, Jum’at (13/1/2023).

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Ia mengatakan, di samping pengembangan bisnis seperti Agripark dan lain-lain, pihaknya juga siap melakukan pemberdayaan bagi petani lokal.

Hal itu, kata Iskandar, selaras dengan program tani sebagaimana yang dikemukakan Ketua HKTI Moeldoko.

“Dengan kerja sama ini, USK bisa dijadikan pusat riset development teknologi pertanian,” sebutnya.

Islandar mengungkapkan, salah satu persoalan pertanian yang terjadi di Indonesia adalah ketidakpastian harga. Kerap kali, saat petani panen, harga hasil tani justru anjlok.

Karena itu, jika kerja sama kedua pihak nantinya berjalan, kehadiran mereka tidak untuk menjadi pesaing petani lokal.

Baca Juga:  10 Paket Pengadaan Disdik Aceh Rp25,98 Miliar Tanpa Spesifikasi, Sebenarnya Apa yang Dibeli?

Kehadiran kami nantinya tidak untuk menjadi pesaing lokal. Di samping memberdayakan petani lokal, kita juga berdayakan dengan ilmu, dibekali dengan peralatan, dan menjadi pembeli mereka.

“Sejak awal tanam, kita akan kontrak harga. Dengan begitu, ada kepastian harga bagi petani,” jelasnya.

Spirit tersebut disambut positif Raktor USK, Prof Dr Ir Marwan. Ia sepandangan untuk menggeliatkan sektor pertanian di Aceh. Apalagi mata pencaharian masyarakat Aceh, dominan ada di sektor pertanian.

“Kami mengapresiasi atas kunjungan ini. Kita sama-sama melihat ada potensi di Aceh, sekaligus adanya keprihatinan. Di kampus kami juga melihat hal yang sama. Namun belum bisa bergerak maksimal tanpa kolaborasi,” tutur Prof Marwan.

USK punya sumber daya yang bisa dimanfaatkan dalam kolaborasi tersebut. Baik dari sisi pengalaman, SDM dan juga lahan.

Menurut Prof Marwan, pertanian Aceh punya tantangan di sektor pengolahan, hal tersebut penting bagi nilai tambah, yang mendatangkan manfaat sekaligus bisa meningkatkan ekonomi rakyat, terutama petani Aceh.

Baca Juga:  Rehab Toilet DPRA Sedot Anggaran Rp588 Juta, Semahal Apa Toiletnya?

“Kita punya pengalaman di banyak sektor pertanian, seperti Nilam Aceh dari hulu hingga hilir. Untuk merealisasikan kerjasama ini, perlu dibahas detil. USK juga punya lahan baik di USK II yang ada di Aceh Besar, kemudian lahan di Aceh Jaya yang bisa dimanfaatkan untuk digarap,” urai Rektor.

Ia berharap USK bisa menjadi pusat benih unggulan. Pihaknya juga siap berkolaborasi di sektor lain dengan PT Calypte Holding, semisal di bidang energi terbarukan.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Rektor I Prof Dr Agussabti MSi, Ketua Badan Pengembangan Bisnis Usaha (BPBU) USK Dr Syaifullah Muhammad ST MEng. Kemudian para petinggi PT Calypte Holding, seperti Han Fook Kwang selaku direktur dan Hadi Surya sebagai COO.

Kehadiran mereka untuk menjajaki kerja sama dengan USK, ingin meneruskan keberhasilam Agripark yang telah dibangun di Serang, Banten. (IA)

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait