Umum

Mau Wawancara, Jurnalis Aceh Barat Surati Pj Bupati Lewat Kantor Pos

ACEH BARAT – Belasan Wartawan yang tergabung dalam komunitas Sekretariat Bersama (Sekber) Jurnalis Aceh Barat (JAB) ramai-ramai menyurati Penjabat (Pj) Bupati setempat, Mahdi Effendi. Surat tersebut dilayangangkan sebagai bentuk wawancara para jurnalis kepada Pj Bupati sebagaimana aturan yang ditetapkan Sekretaris Daerah Kabupaten (Setdakab) setempat melakui Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim).

Surat berisikan pertanyaan kegiatan Mahdi Effendi satu bulan berdinas yang berkaitan dengan kegiatan seremonial tepung tawar (peusijuek) serta kegiatan dinas yang dilakukan selama di Jakarta, itu dikirim melalui kantor Pos Meulaboh.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Ketua Sekber JAB Khaidir Azhar mengatakan, pelayangan surat dilakukan sesuai dengan permintaan Bagian Prokopim Setdakab Aceh Barat, yang menyebutkan jika hendak mewawancarai kepala daerah diharuskan dengan surat yang berisikan pertanyaan.

Baca Juga:  Pemindahan Dana Baitul Mal Banda Aceh Rp2,6 Miliar ke BPRS Hikmah Wakilah Disorot, Transparansi Dipertanyakan

“Surat ini kita layangkan dalam bentuk pertanyaan. Kenapa kita layangkan surat, kita mengikuti sistem protokoler Pemkab Aceh Barat, yang menyebutkan jika ada awak media ingin wawancara maka harus melalui surat, seperti yang disampaikan kepada salah seorang rekan kita,” jelas Khaidir, Selasa (8/11).

Khaidir menerangkan, dalam surat yang dilayangkan oleh Jurnalis Aceh Barat (JAB) kepada Pemkab Aceh Barat itu berisikan tentang sejumlah pertanyaan, yang berkaitan dengan aktivitas beliau, pasca dilantik sebagai kepala daerah sementara yang ditunjuk oleh Kementerian Dalam Negeri.

Baca Juga:  Dokumen SK Pemberhentian Direktur RSUD Sabang Picu Tanda Tanya, Kontrak Alkes Berubah Usai Pergantian

Surat ini termasuk mempertanyakan kinerja Pj Bupati Aceh Barat Mahdi Effendi, sebulan terakhir pasca dilantik sehingga nantinya insan pers dapat mempublikasikan di media mereka masing-masing.

“Yang kita tanyakan melalui surat juga tidak ribet sekali, melainkan tentang aktivitas tepung tawar atau peusijuek yang selama ini dia lakukan di beberapa tempat. Kemudian apa kepentingan dan dampak untuk daerah selama di Jakarta, sehingga abai terhadap korban banjir,” katanya menambahkan.

Khaidir berharap, pemerintah segera memberi respon cepat atas permintaan para jurnalis yang tergabung dalam Sekber JAB, tentang beberapa pertanyaan yang dilayangkan secara resmi tersebut. (IA)

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait